Latest Post
1:20 AM

posted by @Adimin
Presiden PKS di 7th International Economic Summit of Russia: Tingkatkan Kerjasama Ekonomi Rusia dan Negara-Negara Muslim 16 Jun 2015 | 09:47 WIB
Written By @Adimin on Wednesday, June 17, 2015 | 1:20 AM
KAZAN (15/6) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyebut share (bagian) ekonomi syariah di Indonesia masih terlalu kecil. Hal ini disebabkan kurangnya dukungan politik terhadap sistem syariah yang non-ribawi.
Demikian di antara isi pidato Anis Matta di 7th International Economic Summit of Russia and Organization of Islamic Cooperation (OIC) Countries, di Kazan, Rusia, Senin (15/6).
Anis Matta menjadi satu-satunya pembicara dari partai politik asal Indonesia di acara yang bertajuk Strategic Forum Islamic Finance for Constructive Global Trade and Investmens tersebut.
Menurut Anis, kini saatnya Rusia melirik kerjasama dengan negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim seperti Indonesia. Secara khusus, Anis juga menyoroti angka kerjasama ekonomi Rusia yang masih dalam skala kecil.
"Berbeda dengan Malaysia yang skala kue ekonomi islam-nya mencapai 20% lebih, karena didukung oleh political willpemerintahnya," tutur Anis.
Lebih jauh ia mengajak Rusia dan negara-negara pecahan Uni Sovyet untuk memperluas kerjasama dengan Indonesia.
"Strategisnya kerjasama ekonomi dengan Rusia juga bisa ditingkatkan pada skala politik, karena political willmenjadi faktor yang penting dalam mengembangkan skala Islamic Finance di dunia Islam khususnya," ujar pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan 47 tahun lalu ini.
Selanjutnya, Anis mendorong peran lembaga parlemen di kedua belahan bumi ini agar aktif mengampanyekanIslamic Finance agar lebih bisa memberikan kontribusi Islam bagi umat manusia. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS Anis Matta saat berbicara di hadapan forum dalam 7th International Economic Summit of Russia and Organization of Islamic Cooperation (OIC) Countries, Kaza, Russia, Senin (15/6).
posted by @Adimin
Labels:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
7:19 AM
Kota Padang Raih Penghargaan Kota Terbaik & Kota Potensial Kategori Pariwisata
Written By @Adimin on Saturday, June 13, 2015 | 7:19 AM
Sejak di Pimpin oleh Mahyeldi Ansharullah, Kota Padang semakin terlihat perubahannya. Hal ini dibuktikan dengan Kota Padang raih penghargaan Kota Terbaik dan Kota Potensial untuk kategori Pariwisata yang digagas oleh Tempo Media Group.
Kota Padang raih penghargaan Kota Terbaik dan Kota Potensial untuk kategori Pariwisata diberikan dalam acara yang bertajuk malam penganugerahaan ‘Indonesia’s Attractiveness Award 2015’ di Ballroom I Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Jumat (12/6) malam. Acara ini dibuka Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Tampak hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri PAN RB Yudhi Chrisnandy, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Kepala BKPM Frankie Sibarani, dan Direktur Utama Tempo Media Group Bambang Harymurti.
Dua penghargaan yang diterima Kota Padang yakni Kota Terbaik kedelapan se-Indonesia dengan peringkat Platinum serta Kota Potensial untuk Kategori Pariwisata. Penghargaan Kota Terbaik kedelapan se-Indonesia diserahkan Menteri PAN dan RB Yudhi Chrisnandy kepada Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah. Sedangkan penghargaan Kota Potensial Kategori Pariwisata diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya.
Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, mengatakan perolehan penghargaan ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Padang tahun 2014 sampai dengan 2019.
“Memang kita saat ini fokus mengarahkan dan mengoptimalkan potensi-potensi wisata. Kita sudah siapkan perencanaannya dan sekarang melangkah kepada FS dari Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Kota Padang. Dimana KWT ini meliputi Pantai Air Manis dengan Batu Malin Kundangnya, Kawasan Gunung Padang, Padang Kota Lama Heritage, dan Pantai Padang. Jadi Padang adalah kota yang memiliki kelengkapan dari segi objek wisatanya. Karena di situ ada budaya, seni, pantai, dan juga ada pulau-pulaunya,” kata Wako Mahyeldi kutip serambiminang.com dari facebook humas dan protokol kota padang, usai menerima penghargaan.
Mahyeldi juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Tempo Media Group dan Frontier Consulting Group yang telah melakukan penilaian terhadap pariwisata Kota Padang, serta penilaian terhadap infrastruktur, pelayanan publik dan lainnya.
“Tentu harapan kami penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah kota dan masyarakat Kota Padang untuk bisa lebih baik lagi. Karena diakui masih banyak kekurangan-kekurangan dari kota lain yang ada di indonesia. Dengan meraih peringkat delapan, berarti masih ada tujuh kota lagi di atas kita dan perlu belajar banyak dengan kota lain itu. Hal ini tentu dengan semangat saling kolaborasi dalam rangka kemajuan pariwisata kota untuk memajukan Republik Indonesia,” tambah Walikota Padang, Mahyeldi.
Kota Padang raih penghargaan Kota Terbaik dan Kota Potensial adalah disaat momen yang tepat. Karena Kota Padang saat ini sedang berbenah untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sebelumnya Kota Padang juga menerima hasil pemeriksaan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK
serambiminang
posted by @Adimin
Labels:
FAKTA,
TOPIK PILIHAN
1:51 AM

posted by @Adimin
Walikota Padang Launching Satu Hari Tanpa Kendaraan
Written By @Adimin on Thursday, June 11, 2015 | 1:51 AM
PADANG – Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah didampingi Kadishubkominfo Rudy Rinaldy, Kabid Laut Richardi Akbar, Kabid Lalin Eri Surya Jaya, Kabid Angkutan Jovi Satrios, Rabu (10/6), melaunching kegiatan bersepeda ke kantor satu kali sebulan (un-motorized). Peluncuran program tersebut di prakarsai Dishubkominfo selaku penggas kegiatan “Satu Hari Tanpa Kendaraan” tersebut.
Bersepeda ke kantor itu juga diikuti oleh Walikota Mahyeldi, unsur pimpinan dan para staf Dishubkominfo Kota Padang, dan finish di kawasan kantor Dishubkominfo Kota Padang di Mata Air.
Mahyeldi mengharapkan kepada seluruh SKPD yang ada di Pemko agar mengikuti kegiatan ini. “Kita tinggalkan kendaraan bermotor di rumah dan berjalan kakilah atau gunakan kendaraan umum untuk perjalanan panjang,” katanya.
Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan kertergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini biasanya didorong oleh aktivitas yang bergerak dalam bidang lingkungan dan transportasi.
Disamping itu, Wako Mahyeldi juga mengharapkan kepada seluruh pegawai Pemko Padang beserta masyarakat, awalilah seluruh kegiatan mulai hari subuh. Karena rezeki itu terbukanya di subuh hari.
Rudy Rinaldy juga mengharapkan kepada seluruh pegawai Dishubkominfo agar kegiatan bersepeda ke kantor satu kali sebulan ini, terus diterapkan. “Jangan sampai terputus. Kita menjadi contoh bagi masyarakat, terutama di sekeliling tempat tinggal kita di rumah,” terangnya.
Adapun kegiatan ini diawali dari rumah dinas sampai ke kantor Disbuhkominfo Kota Padang yang dipimpin Walikota, Kadishubkominfo beserta pegawai Dishubkominfo. Yang lebih serunya lagi juga diiringi klub sepeda Dishubkominfo ‘Jokodomi’. [harian singgalang]
Labels:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
1:46 AM
Pemerintah Harus Tegas Tindak Tegas Praktik Maksiat
Wakil ketua komisi I DPRD Padang, Budiman meminta Pemko Padang menindak tegas segala bentuk praktik maksiat, serta menutup setiap tempat hiburan malam (THM) yang ada di Kota Padang selama Ramadhan. Selaian itu dia juga berharap perdagangan minuman keras jelang ramadhan ditertibkan.
“Kita berharap ibadah umat muslim selama Ramadhan tidak di ganggu dengan praktik maksiat dan operasional tempat hiburan malam. Kita minta Pemko melalui Satpol PP untuk bertindak tegas menertibkannya,” kata Budiman rabu (10/6).
Dia meminta satpol PP untuk menutup semua lokasi yang rentan di gunakan sebagai tempat praktik maksiat seperti kafe-kafe, klub malam dan lokasi hiburan malam lain. “Tempat hiburan malam tidak boleh beroperasi dan tidak ada tempat bagi maksiat pada bulan Rmadhan termasuk tempat penjual minuman miras,” kata Politisi PKS itu.
Budiman juga mengimbau agar pemilik dan pengelola tempat hiburan tersebut untuk menghormati umat muslim beribadah. “Ini adalah komitment kita bersama, hendaknya owner tempat hiburan juga menghormati bulan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah. Mari kita perbanyak ibadah dan mencegah kemungkaran,” katanya.
Mulai saat ini, kegiatan-kegiatan penertiban harus sudah dilaksanakan. Kemudian juga mengenai razia hotel, kalau memang ada pelanggaran pihak terkait bisa memberikan sangsi tegas.
Sementara itu, Plt Kepala Santpol PP Kota Padang Firdaus Ilyas menjelaskan, pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi, selama bulan Ramadhan 1436 hijriah, aktivitas klub, kafe atau tempat hiburan lainnya yang tersebar di Kota Padang diimbau untuk ditutup.
Imbauan tersebut disampaikan Pemko untuk menjaga harmonisasi antar umat bergama. Untuk mengawalinya, satpol PP Kota akan melakukan sosialisasi serta membagikan surat edaran Wali Kota Padang Mahyeldi terkait penutupan tempat hiburan malam selama bulan Ramadhan.
Dia mengatakan, sebelum masuk bulan Ramadhan tahun ini, petugas penegak perda akan mensosialisasikan penutupan rumah makan (siang hari), kafe, dan klub malam. “Ini kita lakukan untuk mewujudkan ketertiban dan kenyamanan selama umat muslim di Padang menjalankan ibadah puasa,” kata Firdaus Ilyas.
Dia juga mengatakan, bagi kawasan Pondok, kecamtan Padang Selatan diberi pengecualian. Kedai nasi dikawasan dapat di buka siang hari, akan tetapi di depan warung tersebut dipajang imbauan rumaah makan bagi non muslim. Kegiatan seperti ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya saat memasuki bulan suci Ramadhan. Hal itu juga dilakukan untuk menghormati saudara yang beragama non muslim.
“Akan tetapi jika ada rumah makan yang beraktifitas di siang hari selain dari kawasan yang telah di tentukan, kita paksa tutup,” terangnya.
Selama bulan Ramadhan berjalan, Satpol PP juga akan melakukan pengawasan dan merazia lokasi hiburan malam yang tidak mengindahkan surat edaran yang telah diedarkan. Demikian juga dengan penyedia jasa warnet, akan dilayangkan imbauan untuk menutup dan membuka warnetnya dala jadwal yang telah ditentukan.
“sebanyak 250 petugas Pol PP dibantu dari Polri dan TNI akan beroperasi selama Ramadhan untuk melakukan penertiban ketika imbauan benar-banar tidak diindahkan, hal serupa berlaku bagi para penyedia jasa warnet,” katanya. [harian pagi posmetro padang]
posted by @Adimin
Labels:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
7:21 PM

posted by @Adimin
Maju Pilkada 2015, Gubernur Sumbar Merapat ke Gerindra
Written By @Adimin on Tuesday, June 9, 2015 | 7:21 PM
PADANG -- Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno kembali mencalonkan diri sebagai bakal calon (balon) gubernur dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015. Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memilih Partai Gerindra menjadi kendaraan untuk maju.
"Teman dari PKS bermusyawarah, memutuskan ikut daftar ke Gerindra. (Karena) kesamaan perjuangan visi membangun bangsa," kata Irwan usai mendaftar di DPD Partai Gerindra Sumbar, Selasa (9/6).
Dikatakannya, PKS saat ini hanya memiliki tujuh dari 13 kursi. Sehingga menurutnya, tidak mungkin PKS maju tanpa ada dukungan dari partai lain.
Selain itu, Irwan menuturkan, pertimbangan PKS lainnya yang membuat menjatuhkan pilihan pada Gerindra yaitu, partai ini tidak mencalonkan kadernya sebagai gubernur.
"Kami tak ingin mengambil atau berebut dengan partai lain yang juga ingin mengambil calon gubernurnya. Secara etika tak baik," ujarnya.
Ia mengatakan, datang meminang Partai Gerindra dengan membawa sejumlah persyaratan pendaftaran balon gubernur sesuai UU Pilkada kepada tim panitia seleksi (pansel) Gerindra. "Kami sebagai parpol (partai politik) juga mengikuti prosedur, walaupun nanti keputusan partai masing-masing. Kami hanya sekedar memenuhi persyaratan administrasi," ungkapnya.
Selain itu, Irwan mengaku memberikan catatan kaki dalam berkas pendaftaran balon gubernur. Catatan tersebut, ujar Irwan, menjabarkan dirinya ingin membawa Sumatra Barat ke arah mana.
Ia menambahkan, bersedia dipasangkan dengan calon wakil gubernur pilihan tim pansel Gerindra yang juga mendaftar ke partai tersebut.
"PKS tak mungkin jadi wakil. Siapapun orangnya kita serahkan ke Gerindra. Apapun yang diputuskan Gerindra, Insya Allah terbaik untuk masyarakat Sumbar," tutur Irwan menambahkan. [ROL]
posted by @Adimin
Labels:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
7:10 PM

posted by @Adimin
Hilmi Aminuddin: Bulan Ramadhan, Bulan Kaum Dhuafa
JAKARTA (9/6) – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin mengingatkan seluruh kader PKS untuk memberikan perhatian lebih kepada kaum dhuafa pada Bulan Ramadhan 1436 H. Hal ini disampaikan tokoh yang akrab disapa Ustadz Hilmi tersebut pada Konsolidasi dan Tarhib Ramadhan PKS di Jakarta, Selasa (9/6).
“Syahrul Ramadhan (Bulan Ramadhan) adalah bulan untuk mengingatkan simpati kita kepada kaum dhuafa, terutama yang ada di bangsa ini. Oleh karena Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk melihat segala kebutuhan kita dalam memulihkan kondisi (recovery), baik diri sendiri maupun masyarakat,” katanya.
Menurut Ustadz Hilmi, pemulihan kondisi harus dimulai dari kaum dhuafa. Jangan sampai titik dhuafa terabaikan yang justru menjadi sumber kelemahan bagi diri sendiri dan masyarakat, karena muncul masalah dalam hal kesejahteraan.
Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) DPP PKS, Mardani Ali Sera menjelaskan konsolidasi kali ini mengangkat tema 'Meraih Sukses Rekrutmen Kader dan Pilkada Serentak 2015'.
“Ada dua tema yang dibahas pada konsolidasi kali ini antara lain soal penjaringan kader baru dan kesiapan PKS pada Pilkada serentak di 271 Daerah Tingkat (Dati), baik Dati I (provinsi) maupun Dati II (kabupaten/kota),” jelas Mardani.
Konsolidasi diikuti oleh pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Syariah Pusat (DSP), Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), serta Pimpinan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS se-Indonesia. Hadir pada kesempatan itu Presiden PKS Anis Matta, Ketua DSP Surahman Hidayat, Ketua MPP Untung Wahono, Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, serta para anggota dewan lain. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin.
posted by @Adimin
Labels:
Ramadhan,
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
3:43 PM
Oleh: A. Kholili Hasib
posted by @Adimin
“Islam Nusantara”: Islamisasi Nusantara atau Menusantarakan Islam? [2]
Written By @Adimin on Wednesday, June 3, 2015 | 3:43 PM
Dalam bersikap terhadap tradisi Nusantara, ada yang diterima dan ada yang harus ditolak. Budaya atau kepercayaan lokal yang tidak sesuai dengan pokok ajaran Islam
PADAHAL aliran kebatinan memiliki cirri iqtha’usy syari’ah (menggugurkan kewajiban syariah). Pesantren Sidogiri Pasuruan menerbitkan buku yang khusus mengkaji masalah ini berjudul Bahaya Aliran Kebatinan (Tim Penulis Pustaka Sidogiri, 1432 H).
Di halaman 190 ditulis “Ciri-ciri umum kebatinan itu, baik yang ada di Indonesia maupun yang di bagian lain dunia Islam, adalah iqtha’usy syari’ah, membatalkan ajaran-ajaran agama. Seperti menggugurkan kewajiban ibadah salat, puasa, zakat dan lain-lain. sementara semua larangan agama dianggap tidaka dad an boleh saja dilakukan. Karenanya Imam Abu Nu’aim al-Asfhihani, ulama sufi dan hafidz abad kelima Hijriyah, menganggap kebatinan itu mubahiyyun, serba boleh melakukan apa saja, seperti beliau tulis dalam pembukaan kitab Hilyatul Auliya’ “.
Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari juga berpendapat bahwa aliran kebatinan mubahiyyun termasuk aliran yang sesat. Dalam kitabnya Risalah Ahlus Sunnah wal Jamaah beliau menulis: “Di antara aliran yang berkembang setelah tahun 1330 H, adalah aliran Ibahiyyun (serba boleh), yang berpendapat, bahwa apabila seseorang telah mencapai puncak kecintaan kepada Allah, hatinya bersih dari kelalaian, dan telah berketetapan memilih keimanan daripada kekufuran, maka perintah dan larangan Allah menjadi gugur darinya dan Allah tidak akan memasukkannya ke neraka meskipun melakukan dosa-dosa besar. Sebagian mereka juga mengatakan, bahwa ibadah-ibadah lahiriyah gugur dari kewajibannya, dan ibadah yang harus dilakukannya cukup merenung dan memperbaiki akhlak batin saja. Sayyid Muhammad berkata dalam Syarh Ihya Ulumuddin: ‘Pedapat ini merupakan kekufuran, zidiq dan kesesatan’. Memang kaum Ibahiyyun selalu ada sejak masa dulu, mereka pada umumnya orang-orang bodoh, tersesat dan tidak memiliki tokoh yang mengetahui ilmu syar’i secara memadai” (KH Hasyim Asy’ari, Risalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, hal. 11-12).
Berdasarkan hal itu, dalam bersikap terhadap tradisi Nusantara, ada yang diterima dan ada yang harus ditolak. Budaya atau kepercayaan lokal yang tidak sesuai dengan pokok ajaran Ahlus Sunnah ditolak.
Di sinilah diperlukan ilmu alat ushul fikih. Dalam Islam, ada aspek ushul dan ada aspek furu’. Ushul dalam Islam bersifat tetap, final dan qath’i. sedangkan aspek furu’ merupakan medan ‘kreatifitas’ ulama mujtahid. Bisa terjadi perbedaan antara ulama satu dengan ulama yang lain. Kewajiban shalat merupakan perakar ushul. Barangsiapa yang mengingkarinya maka dia kufur. Budaya atau aliran kepercayaan apa saja yang membolehkan tidak shalat fardhu, tidak boleh dipelihara.
Meskipun budaya itu adalah produk tradisi Nusantara.
Maka, jika ada sekelompok orang mentradisikan shalat dengan berbahasa daerah misalnya, maka tetap dihukum sebagai kelompok sesat. Cara-cara seperti ini tidak dilakukan Walisongo.
Sedangkan apa yang dilakukan para dai Walisongo adalah memasukkan pandangan hidup Islam kepada tradisi-tradisi yang bisa diafirmasi. Salah satu keberhasilan para dai penyebar agama Islam di Nusantara adala melalui bahasa. Proses pengislamannya — salah satunya — dengan memasukkan term-term Arab-Islam ke dalam bahasa lokal. Ada banyak kosa kata bahasa Melayu dan Indonesia yang diserap dari bahasa Arab. Misalanya kosa kata ‘akal’, ‘musyawarah’, ‘adil’, ‘adab’, ‘akhlak’, ‘dewan’, ‘kalimat’, ‘khutbah’, ‘jama’ah’, ‘kursi’, ‘zahir’, ‘batin’, ‘kalbu’, ‘kuliah’, dan lain sebagainya.
Keberhasilan mengislamkan bahasa oleh para dai terdahulu dicatat oleh Prof. al-Attas sebagai keberhasilan yang mengalahkan pencapaian Hindu-Budha. Karena mereka berhasil mengangkan bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan di kepulauan Nusantara (M. Naquib al-Attas, Historical Fact and Fiction, hal.xvi).
Sementara bahasa kaum Hindu, sansekerta, tidak popular kecuali di kalangan istana dan para pemuka agama mereka saja. Sementara bahasa Melayu yang telah banyak menyerap istilah Arab-Islam itu lebih merakyat area penyebarannya luas seiring dengan luasnya dakwah Islam di bumi Nusantara.
Dikenal pula di sini jenis tulisan Arab-Jawi yang sering disebut tulisan Pegon (pego). Tulisan berbahasa jawa atau sunda tapi dengan menggunakan huruf Arab. Jenis tulisan ini populer di pesantren tradisional yang diajarkan berabad-abad lamanya, sejak kedatangan Islam. Namun, sayang jenis tulisan ini tidak lagi populer di Indonesia – hanya dikenal oleh anak-anak Pesantren. Jenis tulis ini merupakan keunikan Muslim di Nusantara warisan para dai penyebar Islam terdahulu.
Pakaian orang-orang Muslim di Indonesia dan Malaysia juga memiliki kekhasan. Mereka memakai sarung, baju takwa dan songkok Nasional (songkok berwarna hitam). Baju takwa mirip dengan baju gamis Arab yang dipotong sampai pinggang. Konon nama ‘baju takwa’ ini diambil dari firman Allah Subhanahu Wata’ala, ..wa libasut takwa.. Blangkon, juga disebut-sebut tidak lepas dari simbol Arab-Islam yaitu berasal dari serban imamah, yaitu kain panjang yang dililitkan di kepala dengan model tertentu. Di tanah jawa, serban imamah itu dibuat praktis, yaitu lilitannya dilekatkan supaya dengan mudah bisa dilepas dan dipakai lagi. Karena di Jawa, maka kemudian kainnya menggunakan batik. Sehingga kita bisa memperhatikan, serban imamah yang biasa dipakai oleh para ulama Hadramaut Yaman atau habaib Indonesia bentuknya hampir mirip dengan blankon.
Simbol-simbol dan tradisi di Nusantara yang berlaku di kalangan Muslim Nusantara tersebut merupakan produk Islamisasi. Kita lebih tepat menyebut tradisi Nusantara yang terislamkan. Bukan agama Islam yang ternusantarakan. Sebab, pengaruh Islamnya lebih kuat dan mengakar bahkan mengandung filosofi yang berdasarkan al-Qur’an dan hadis.
Setelah terislamkan, yang terlihat adalah warna Islamnya bukan warna Hindu-Budha atau animisme-dinamisme.
Hasilnya, Dari abad ke-15 sampai ke-17 di bumi Nusantara terlihat perubahan pemikiran dalam pandangan hidupnya (worldview), yang melahirkan filsuf, ulama’ dan pemikir tingkat internasional dengan karya-karya yang berbobot. Syed Muhammad Naquib al-Attas mengatakan:
“Abad-abad ke-enam belas dan ke-tujuh belas suasana kesuburan dalam penulisan sastera falsafah, metafizika dan teologi rasional yang tiada terdapat tolak bandinganya di mana-mana dan di zaman apa pun di Asia Tenggara. Penterjemahan al-Qur’an yang pertama dalam bahasa Melayu telah diselenggarakan beserta syarahannya yang berdasarkan al-Baydawi; dan terjemahan-terjemahan lain serta syarahan-syarahan dan karya-karya asli dalam bidang falsafah, tasawuf dan ilmu kalam semuanya telah diselenggarakan pada zaman ini juga” (Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu, hal.45).
Maka, cara yang telah dilakukan Walisongo harus dilanjutkan dakwah dan perjuangannya. Dakwah mereka adalah memasukkan nilai-nilai Tauhid ke dalam tradisi Muslim Indonesia, bukan mengindonesiakan makna Tauhid. Jika memasukkan nilai Tauhid, maka inilah yang dinamakan Islamisasi. Manakala menusantarakan makna Tauhid, maka ini bisa berujung kepada liberalisasi Islam. Sejak berabad-abad lamanya Indonesia merupakan bumi Aswaja, bukan bumi Liberal. Tiga setengah abad Indonesia dijajah Belanda, namun Indonesia masih berpegang pada tradisi Islam, bukan tradisi Barat-Kristen. Hal ini menunjukkan akar Islamisasi di bumi Nusantara ini sangat kuat.
Dan yang juga penting, Al-Attas mencatat, bahwa kedatangan Islam di wilayah kepulauan Melayu-Indonesia merupakan peristiwa terpenting dalam sejarah kepulauan tersebut. Melayu kemudian menjadi identik dengan Islam. Sebab, agama Islam merupakan unsur terpenting dalam peradaban Melayu. Islam dan bahasa Melayu kemudian berhasil menggerakkan ke arah terbentuknya kesadaran nasional (Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islam and Secularism, hal. 178).
Oleh: A. Kholili Hasib
hidayatullah
posted by @Adimin
Labels:
FAKTA,
INSPIRASI,
TOPIK PILIHAN

