Latest Post
Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts
Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts
8:39 PM

Ketika tejadi bisikan nafsu syahwat baik oleh Yusuf maupun oleh istri raja, Zulaekha, dan hampir terjadi perbuatan dosa. Tapi Allah buktikan kekuasaannya sehingga akhirnya nabi Yusuf tersadar dan akhirnya terhindar dari dosa tersebut.
posted by @Adimin
BELAJAR DARI AKHLAK NABI YUSUF AS | Oleh: Mulyadi Muslim, Lc, M.A
Written By @Adimin on Thursday, April 30, 2015 | 8:39 PM

Ketika tejadi bisikan nafsu syahwat baik oleh Yusuf maupun oleh istri raja, Zulaekha, dan hampir terjadi perbuatan dosa. Tapi Allah buktikan kekuasaannya sehingga akhirnya nabi Yusuf tersadar dan akhirnya terhindar dari dosa tersebut.
Hal ini juga dijelaskan olehistri raja, hampir terjadinya perbuatan maksiat itu adalah keinginan istri raja itu sendiri. Ketika kebenaran perbuatan itu diketahui oleh raja dan munculnya desas desus bahwa telah terjadi fitnah yang luar biasa ditengah kerajaan akhirnya raja memutuskan istrinya harus beristigfar dan menetapkan bahwa yusuf dipenjara.
Ketika yusuf menerima penjara untuk mengamankan dirinya, dia mengatakan “wahai Tuhanku, penjara sebenarnya lebih aku sukai”. Ini membuktikan bahwa menjaga kehormatan jauh lebih utama bukan disanjung oleh perempuan yang menginginkannya.
Saat dipenjara, Nabi Yusuf tidak lupa dengan misinya, bahwa ia adalah nabi, sehingga ketika ada 2 pelayan kerajaan yang sama-sama dipenjara menyampaikan mimpi mereka. Diantara mereka ada yang menyampaikan bahwa ia membawa roti di atas kepalanya dan roiti itu di patuk burung. Yang satu lagi mengatakan ia bermimpi memeras anggur dan mereka berdua meminta menjelaskan apa takwil dari mimpi-mimpi tersebut.
Nabi Yusuf tidak langsung memberikan rincian dari takwil mimpi tersebut, tapi Nabi Yusuf mengajak mereka berdua kepada Rabb yang menciptakan dunia serta isinya. Sehingga Nabi yusuf mengatakan “manakah yang lebih baik Tuhan yang bermacam-macam atau Allah SWT? (QS Yusuf : 39).
Baru kemudian Yusuf menjelaskan tentang takwil mimpi kedua pelayan tersebut. Orang yang memeras anggur ternyata tetap jadi pelayan raja, adapun orang yang membawa roti di atas kepalanya dan dipatuk burung ternyata ia akan disalib.
Maka pelajaran akhlak yang diajarkan allah melalui nabi Yusuf adalah
- Manusia dari awal penciptaannya adalah mengabdi. QS Adz Dzariyat : 56.
- Kita harus posisikan diri dengan potensi kita.Barangkali ada orang yang menyanjung kita, tetap saja semua itu harus dipandang objektif, sebagaimana Yusuf ditawarkan raja bermacam-macam, namun ia Cuma memilih bendaharawan negara karna menurutnya hanya itu bidang yang mampu dilakukannya.
Pelajaran akhlak berikutnya yang dapat kita pelajari dari Yusuf adalah:
- Seorang muslim yang baik tidak memiliki rasa dendam dan sakit hati
- Seorang muslim mesti tawadhu/rendah hati kepada siapapun
Dalam perjalanan kisah Nabi Yusuf kita ketahui bahwa yang menjerumuskan Yusuf ke dalam sumur adalah saudara-saudaranya sendiri. Lalu ketika Allah takdirkan di Mesir datang musim paceklik dan Yusuf adalah bendaharawan kerajaan saat itu yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam sejarah dikatakan bahwa saudara-saudara nabi Yusuf ini d perintahkan orang tuanya unuk datang ke Mesir agar mendapatkan bantuandari kerajaan. Dan saudaranya-saudaranya ini akhirnya bertemu dengan Yusuf, namun pada tahap awal mereka tidak menyadari bahwa yang memberikan bantuan itu adalah saudaranya sendiri. Pada tahapan berikutnya saudara-saudaranya datang dan nabi Yusuf membuat siasat bagaimana saudara kandungnya yang paling kecil yang bernama Bunyamin bisa tertahan di Mesir.
Dalam ayat-ayat sebelumnya Allah menjelaskan bahwa Yusuf memerintahkan kepada anggotanya untuk memasukkan semacam surat untuk menghitung/menimbang barang kedalam karung Bunyamin (Kisah ini diceritakan dalam QS Yusuf : 66-76).
Sampai pada akhirnya Yusuf mengatakan bagaimana kalau seandainya barang yg hilang itu ditemukan pada salah satu saudara2mu? Salah seorang dari saudara Yusuf mengatakan siapa yang ada dalam karungnya barang yang hilang itu, maka dialah yang bertanggung jawab (QS Yusuf : 75).
Maka di mulailah pencarian, digeledah semua karung-karung yang ada dan akhirnya ditemukan pada karung nya Bunyamin. Saudara nabi Yusuf yang lain berkata “Jika ia mencuri maka sesungguhnya saudaranya dulu pernah mencuri”. Ungkapan ini sebenarnya menyakitkan hati Yusuf. Tanpa di sadari saudaranya yang lain, sebenarnya ia menuduh yusuf menfitnah. Dulu di awal Yusuf di buang ke dalam sumur, pelakunya adalah mereka juga. Sekarang ia menuduh Yusuf melakukan pencurian.
Dan ini lah hikmah yang bisa kita ambil, bahwa seperti apapun perlakuan orang lain terhadap kita, jangan sesekali menyimpan rasa dendam. (*)
Labels:
Dunia Islam,
HIKMAH,
TOPIK PILIHAN
6:47 PM
Menurut Syekh Yusuf Qardhawi di dalam bukunya, Mi'atu Su'âlin 'anil-Hajj wal-'Umrah wal-Udhiyah wal-Îdain, hari raya umat Islam itu memiliki dua ciri khas dalam pemaknaannya, yaitu makna ketuhanan, dan makna kemanusiaan.
Kalau kita melihat, hari raya pada sebagian agama lain dirayakan dengan mengumbar nafsu, di mana orang-orang melakukan kemungkaran, mengerjakan dosa-dosa besar, dan meminum minuman haram yang memabukkan. Tapi tidak demikian dalam Islam.
Takbir dan Shalat
Dalam agama kita, hari raya dimulai dengan shalat, baik itu Idulfitri maupun Iduladha, lalu dihiasi dengan takbir, sebagaimana hadits Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, “Hiasilah hari raya kalian dengan takbir.”
Khusus pada hari raya Idul Adha, kalimat takbir muqayyad (takbir yang khusus untuk hari raya) disyariatkan dibaca setiap selesai mengerjakan shalat. Waktunya dimulai dari fajar hari tanggal sepuluh Dzulhijah sampai 23 shalat berikutnya, yaitu sampai waktu Ashar hari tasyriq ketiga. Sedangkan takbir ghair muqayyad (kalimat takbir pada umumnya) disyariatkan untuk dibaca pada setiap waktu. Seorang muslim harus menjaga makna ketuhanan ini, karena inilah makna ketuhanan dari hari raya umat Islam.
Berbagi Kegembiraan dengan Sesama
Adapun dari segi makna kemanusiaannya, pada hari raya Idul Fitri, Islam mewajibkan zakat fitrah untuk memberi makan orang-orang miskin sebagai bentuk bantuan, dan pada saat hari raya Iduladha, disyariatkanlah menyembelih kurban dengan maksud memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, keluarga, orang-orang di sekelilingnya, dan juga para fakir miskin. Memang sudah seyogianya seorang muslim ingat pada kaum fakir miskin yang kekurangan pada saat kegembiraan hari raya, bukan terbatas memikirkan diri sendiri dan melupakan mereka. Hal ini merupakan bagian dari perintah pada saat hari raya, dan inilah makna kemanusiaan dari hari raya umat Islam.
Pada Hari Raya Idul Fitri, Allah swt. telah mensyariatkan untuk menunaikan zakat, yaitu zakat fitrah. Dan pada Hari Raya Idul Adha Dia swt. mensyariatkan menyembelih kurban. Hal ini dimaksudkan agar kegembiraan bisa menyeluruh dan semua orang dapat sama-sama merasakan suasana kegembiraan Hari Raya itu. Sebab, agama Islam memang menjadikan momen hari raya sebagai hari pesta Islam, yaitu hari bagi semua kaum muslimin, baik yang dewasa maupun yang masih kecil, wanita maupun pria, dan yang kaya maupun yang miskin.
Semuanya dalam Kondisi Bersih dan Menyenangkan
Untuk itu, dalam suasana gembira ini, seorang muslim ketika berhari raya dianjurkan dalam kondisi rapi dan bersih. Islam ingin agar seseorang itu dalam kondisi bersih, khususnya pada waktu perkumpulan, seperti ketika shalat Jumat dan shalat Id. Juga agar ketika bertemu dengan orang lain tidak dalam keadaan bau yang mengganggu atau dengan pakaian yang membuat orang lain merasa iba.
Seorang Muslim hendaknya bertemu dengan orang lain hanya pada saat dalam keadaan sudah mandi, berpakaian rapi, dan tidak bau mulut karena mengonsumsi makanan yang berbau, seperti bawang putih, bawang merah, petai, jengkol, dan sejenisnya. Nabi saw. telah bersabda, “Barang siapa yang mengonsumsi sesuatu dari ini (bawang putih dan merah) maka janganlah mendekati masjid kami (HR. Bukhari-Muslim).” Maksudnya, menjauhlah dari orang lain sehingga bau yang tidak enak itu tidak membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Semua Merayakannya
Karena hari raya adalah hari milik semua umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, maka kaum perempuan juga dianjurkan untuk ikut merayakannya, baik ia dalam kondisi suci, maupun sedang tidak suci, semisal haid dan nifas. Nabi saw. memerintahkan kaum perempuan untuk ikut menghadiri shalat Id. Bahkan wanita yang sedang haid sekalipun juga dianjurkan keluar dari rumah menuju tanah lapang atau tempat-tempat pelaksanaan shalat Id, meski kehadiran mereka tidak untuk melaksanakan shalat. Wanita yang sedang haid dianjurkan untuk ikut keluar agar mereka juga menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin.
Hal ini sebagaimana sebuah riwayat dari Ummu Ahtiyah r.a., “Ada beberapa wanita yang sedang haid menghadiri Hari Raya. Di antara mereka ada yang tidak punya jilbab, kemudian mereka berkata kepada Rasulullah saw., “Salah seorang di antara kami tidak punya jilbab,” lalu beliau bersabda, “Supaya saudaranya meminjaminya dari jilbab yang ada.” Wanita tersebut kemudian meminjam jilbab dari tetangga atau temannya yang bisa dia pakai, lalu pergi menghadiri shalat Id. Seperti inilah tindakan kaum muslimin pada tempo dulu. Kita juga harus menghidupkan sunah Rasul ini.
Silaturahmi, Saling Memberi Ucapan, dan Bersenang-senang
Karena hari raya adalah hari kegembiraan umat Islam, maka pada hari ini kita sangat dianjurkan untuk mengakrabkan hubungan kaum muslimin satu dengan lainnya. Caranya, bisa dengan bersilaturahmi kepada para kerabat dan handai-tolan, tetangga, orang-orang yang dicintai, dan teman-teman. Juga dengan saling memberi ucapan selamat. Misalnya, mengucapkan, taqabbalallâhu minnâ wa minkum (Semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu) atau kullu `âm wa antum bi khair (Setiap tahun dan kalian selalu dalam keadaan baik). Ucapan-ucapan seperti inilah yang dianjurkan.
Pada saat hari raya, Islam membolehkan bersenang-senang asalkan tidak dalam hal kemungkaran. Nabi saw. memperbolehkan ketika dua anak perempuan bernyanyi di rumah Aisyah r.a. pada hari raya. Pada saat itu, Abu Bakar menegur kedua anak tersebut seraya berkata, “Apakah alat musik setan berada di rumah Nabi saw.?” Tapi kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Abu Bakar, biarkan kedua anak itu, sesungguhnya saat ini adalah hari raya, setiap kaum memiliki hari raya dan ini hari raya kita, agar orang-orang Yahudi mengerti bahwa dalam agama kita ada kelonggaran, dan sesungguhnya aku diutus dengan membawa agama yang lurus dan penuh kelonggaran.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)
Jadi, menyanyi boleh saja, asal tidak mendatangkan seseorang untuk berjoget atau seseorang yang berdandan menor untuk bernyanyi. Tidak begitu caranya. Menyanyi boleh asal memenuhi syarat-syaratnya yang sudah masyhur, yaitu (1) kata-katanya tidak keluar dari jalur syariat, akidah, dan etika-etika keislaman, (2) tidak terdapat penyimpangan di dalamnya, (3) tidak dibarengi dengan barang-barang haram, semisal minuman keras, berhias secara berlebihan, apalagi bertelanjang, dan (4) tetap pada batas-batas yang wajar. Inilah syarat yang harus dipenuhi agar nyanyian menjadi boleh, khususnya dalam acara-acara tertentu, seperti pesta pernikahan, hari-hari raya, dan momen-momen kegembiraan yang dianjurkan oleh Islam untuk refreshing asal tidak merugikan orang lain. [ali/pkspiyungan]
posted by @Adimin
"Beginilah Cara Islam Merayakan Hari Raya" | Syekh Yusuf Qardhawi
Written By @Adimin on Saturday, October 4, 2014 | 6:47 PM
Menurut Syekh Yusuf Qardhawi di dalam bukunya, Mi'atu Su'âlin 'anil-Hajj wal-'Umrah wal-Udhiyah wal-Îdain, hari raya umat Islam itu memiliki dua ciri khas dalam pemaknaannya, yaitu makna ketuhanan, dan makna kemanusiaan.
Kalau kita melihat, hari raya pada sebagian agama lain dirayakan dengan mengumbar nafsu, di mana orang-orang melakukan kemungkaran, mengerjakan dosa-dosa besar, dan meminum minuman haram yang memabukkan. Tapi tidak demikian dalam Islam.
Takbir dan Shalat
Dalam agama kita, hari raya dimulai dengan shalat, baik itu Idulfitri maupun Iduladha, lalu dihiasi dengan takbir, sebagaimana hadits Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, “Hiasilah hari raya kalian dengan takbir.”
Khusus pada hari raya Idul Adha, kalimat takbir muqayyad (takbir yang khusus untuk hari raya) disyariatkan dibaca setiap selesai mengerjakan shalat. Waktunya dimulai dari fajar hari tanggal sepuluh Dzulhijah sampai 23 shalat berikutnya, yaitu sampai waktu Ashar hari tasyriq ketiga. Sedangkan takbir ghair muqayyad (kalimat takbir pada umumnya) disyariatkan untuk dibaca pada setiap waktu. Seorang muslim harus menjaga makna ketuhanan ini, karena inilah makna ketuhanan dari hari raya umat Islam.
Berbagi Kegembiraan dengan Sesama
Adapun dari segi makna kemanusiaannya, pada hari raya Idul Fitri, Islam mewajibkan zakat fitrah untuk memberi makan orang-orang miskin sebagai bentuk bantuan, dan pada saat hari raya Iduladha, disyariatkanlah menyembelih kurban dengan maksud memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, keluarga, orang-orang di sekelilingnya, dan juga para fakir miskin. Memang sudah seyogianya seorang muslim ingat pada kaum fakir miskin yang kekurangan pada saat kegembiraan hari raya, bukan terbatas memikirkan diri sendiri dan melupakan mereka. Hal ini merupakan bagian dari perintah pada saat hari raya, dan inilah makna kemanusiaan dari hari raya umat Islam.
Pada Hari Raya Idul Fitri, Allah swt. telah mensyariatkan untuk menunaikan zakat, yaitu zakat fitrah. Dan pada Hari Raya Idul Adha Dia swt. mensyariatkan menyembelih kurban. Hal ini dimaksudkan agar kegembiraan bisa menyeluruh dan semua orang dapat sama-sama merasakan suasana kegembiraan Hari Raya itu. Sebab, agama Islam memang menjadikan momen hari raya sebagai hari pesta Islam, yaitu hari bagi semua kaum muslimin, baik yang dewasa maupun yang masih kecil, wanita maupun pria, dan yang kaya maupun yang miskin.
Semuanya dalam Kondisi Bersih dan Menyenangkan
Untuk itu, dalam suasana gembira ini, seorang muslim ketika berhari raya dianjurkan dalam kondisi rapi dan bersih. Islam ingin agar seseorang itu dalam kondisi bersih, khususnya pada waktu perkumpulan, seperti ketika shalat Jumat dan shalat Id. Juga agar ketika bertemu dengan orang lain tidak dalam keadaan bau yang mengganggu atau dengan pakaian yang membuat orang lain merasa iba.
Seorang Muslim hendaknya bertemu dengan orang lain hanya pada saat dalam keadaan sudah mandi, berpakaian rapi, dan tidak bau mulut karena mengonsumsi makanan yang berbau, seperti bawang putih, bawang merah, petai, jengkol, dan sejenisnya. Nabi saw. telah bersabda, “Barang siapa yang mengonsumsi sesuatu dari ini (bawang putih dan merah) maka janganlah mendekati masjid kami (HR. Bukhari-Muslim).” Maksudnya, menjauhlah dari orang lain sehingga bau yang tidak enak itu tidak membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Semua Merayakannya
Karena hari raya adalah hari milik semua umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, maka kaum perempuan juga dianjurkan untuk ikut merayakannya, baik ia dalam kondisi suci, maupun sedang tidak suci, semisal haid dan nifas. Nabi saw. memerintahkan kaum perempuan untuk ikut menghadiri shalat Id. Bahkan wanita yang sedang haid sekalipun juga dianjurkan keluar dari rumah menuju tanah lapang atau tempat-tempat pelaksanaan shalat Id, meski kehadiran mereka tidak untuk melaksanakan shalat. Wanita yang sedang haid dianjurkan untuk ikut keluar agar mereka juga menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin.
Hal ini sebagaimana sebuah riwayat dari Ummu Ahtiyah r.a., “Ada beberapa wanita yang sedang haid menghadiri Hari Raya. Di antara mereka ada yang tidak punya jilbab, kemudian mereka berkata kepada Rasulullah saw., “Salah seorang di antara kami tidak punya jilbab,” lalu beliau bersabda, “Supaya saudaranya meminjaminya dari jilbab yang ada.” Wanita tersebut kemudian meminjam jilbab dari tetangga atau temannya yang bisa dia pakai, lalu pergi menghadiri shalat Id. Seperti inilah tindakan kaum muslimin pada tempo dulu. Kita juga harus menghidupkan sunah Rasul ini.
Silaturahmi, Saling Memberi Ucapan, dan Bersenang-senang
Karena hari raya adalah hari kegembiraan umat Islam, maka pada hari ini kita sangat dianjurkan untuk mengakrabkan hubungan kaum muslimin satu dengan lainnya. Caranya, bisa dengan bersilaturahmi kepada para kerabat dan handai-tolan, tetangga, orang-orang yang dicintai, dan teman-teman. Juga dengan saling memberi ucapan selamat. Misalnya, mengucapkan, taqabbalallâhu minnâ wa minkum (Semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu) atau kullu `âm wa antum bi khair (Setiap tahun dan kalian selalu dalam keadaan baik). Ucapan-ucapan seperti inilah yang dianjurkan.
Pada saat hari raya, Islam membolehkan bersenang-senang asalkan tidak dalam hal kemungkaran. Nabi saw. memperbolehkan ketika dua anak perempuan bernyanyi di rumah Aisyah r.a. pada hari raya. Pada saat itu, Abu Bakar menegur kedua anak tersebut seraya berkata, “Apakah alat musik setan berada di rumah Nabi saw.?” Tapi kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Abu Bakar, biarkan kedua anak itu, sesungguhnya saat ini adalah hari raya, setiap kaum memiliki hari raya dan ini hari raya kita, agar orang-orang Yahudi mengerti bahwa dalam agama kita ada kelonggaran, dan sesungguhnya aku diutus dengan membawa agama yang lurus dan penuh kelonggaran.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)
Jadi, menyanyi boleh saja, asal tidak mendatangkan seseorang untuk berjoget atau seseorang yang berdandan menor untuk bernyanyi. Tidak begitu caranya. Menyanyi boleh asal memenuhi syarat-syaratnya yang sudah masyhur, yaitu (1) kata-katanya tidak keluar dari jalur syariat, akidah, dan etika-etika keislaman, (2) tidak terdapat penyimpangan di dalamnya, (3) tidak dibarengi dengan barang-barang haram, semisal minuman keras, berhias secara berlebihan, apalagi bertelanjang, dan (4) tetap pada batas-batas yang wajar. Inilah syarat yang harus dipenuhi agar nyanyian menjadi boleh, khususnya dalam acara-acara tertentu, seperti pesta pernikahan, hari-hari raya, dan momen-momen kegembiraan yang dianjurkan oleh Islam untuk refreshing asal tidak merugikan orang lain. [ali/pkspiyungan]
posted by @Adimin
Labels:
Dunia Islam,
TOPIK PILIHAN
9:33 PM
posted by @Adimin
Ketua MUI: Umat Islam Harus Dibekali Politik dan Ekonomi
Written By @Adimin on Sunday, September 28, 2014 | 9:33 PM
JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Ridwan mengatakan siapapun warga Indonesia mempunyai hak sama untuk memimpin, termasuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Alasannya konstitusi kita tidak melarangnya.
Hanya saja semua ada resikonya. Karena itu, Kiai Cholil mengingatkan, jika memang Ahok terpilih menjadi kepala daerah Jakarta, umat muslim juga harus siap-siap menerima ganjarannya.
Lebih khusus, ia mengajak umat Islam lebih peduli dengan dunia politik. Pesantren, majelis ta’lim, dan lembaga Islam menurutnya masih sibuk pada urusan masing-masing.
“Lembaga pendidikan Islam hanya ngaji sendiri. Tidak untuk kepentingan umat banyak,” demikian kritik Kiai Cholil Ridwan saat menjadi pembicara taklim “Taqarrab Ilallah“ di Masjid Baiturahman, Menteng Atas, Jakarta.
Ia juga menyarankan agar lembaga-lembaga Islam segera berbenah diri, sadar dan memperhatikan dunia politik.
“Masukkan kesadaran politik,” tambahnya.
Dengan begitu umat Islam akan segera bangkit dari keterpurukan di dalam kekosongan pemimpin yang selama ini jauh dari kata proporsional. Jika perlu, ia mengatakan setiap khatib yang berkhutbah di masjid-masjid dibekali pemahaman politik dan aspek ekonomi agar umat Islam segera memegang kekuasaan.
“Jika perlu bekali khatib bicara politik dan ekonomi agar Islam ikut memegang kekuasaan,” katanya.
Namun ia memberi catatan. Agar pemimpin Islam yang proporsional hadir, umat Islam di seluruh Indonesia mendukung penuh. Bukan justru dengan berpikir su’uzdan
Hanya saja semua ada resikonya. Karena itu, Kiai Cholil mengingatkan, jika memang Ahok terpilih menjadi kepala daerah Jakarta, umat muslim juga harus siap-siap menerima ganjarannya.
Lebih khusus, ia mengajak umat Islam lebih peduli dengan dunia politik. Pesantren, majelis ta’lim, dan lembaga Islam menurutnya masih sibuk pada urusan masing-masing.
“Lembaga pendidikan Islam hanya ngaji sendiri. Tidak untuk kepentingan umat banyak,” demikian kritik Kiai Cholil Ridwan saat menjadi pembicara taklim “Taqarrab Ilallah“ di Masjid Baiturahman, Menteng Atas, Jakarta.
Ia juga menyarankan agar lembaga-lembaga Islam segera berbenah diri, sadar dan memperhatikan dunia politik.
“Masukkan kesadaran politik,” tambahnya.
Dengan begitu umat Islam akan segera bangkit dari keterpurukan di dalam kekosongan pemimpin yang selama ini jauh dari kata proporsional. Jika perlu, ia mengatakan setiap khatib yang berkhutbah di masjid-masjid dibekali pemahaman politik dan aspek ekonomi agar umat Islam segera memegang kekuasaan.
“Jika perlu bekali khatib bicara politik dan ekonomi agar Islam ikut memegang kekuasaan,” katanya.
Namun ia memberi catatan. Agar pemimpin Islam yang proporsional hadir, umat Islam di seluruh Indonesia mendukung penuh. Bukan justru dengan berpikir su’uzdan
posted by @Adimin
Labels:
Dunia Islam,
TOPIK PILIHAN
9:05 PM
http://muslimina.blogspot.com/2013/06/gaji-presiden-mesir-dibahas-di-parlemen.html
posted by @Adimin
Gaji Presiden Mesir Dibahas di Parlemen untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah
Written By @Adimin on Thursday, June 20, 2013 | 9:05 PM
Untuk pertama kali dalam sejarah negara Mesir sejak terbentuk republik tahun 1952 parlemen membahaskan secara terbuka pendapatan bulanan Presiden Mesir, para penasihat, dan pembantu beliau di Dewan Senat, Senin 17 Juni 2013.
Wakil pejabat Presiden yang hadir memaparkan pendapatan pegawai pejabat Presiden bahwa gaji bulanan yang diterima oleh Presiden Mesir Muhammad Mursi sebanyak 29,000 poundsterling Mesir (sekitar Rp41.000.000,-. Sedangkan para pembantu Presiden menerima
Wakil pejabat Presiden yang hadir memaparkan pendapatan pegawai pejabat Presiden bahwa gaji bulanan yang diterima oleh Presiden Mesir Muhammad Mursi sebanyak 29,000 poundsterling Mesir (sekitar Rp41.000.000,-. Sedangkan para pembantu Presiden menerima
20,000 poundsterling Mesir (sekitar Rp28.000.000,-). Sementara para penasihat beliau berpendapatan 10,000 poundsterling Mesir (sekitar Rp14.000.000.-).
Presiden Mursi melantik 17 orang penasihat dan 4 pembantu yang bertujuan memudahkan administrasi serta mengelakkan Presiden menjadi diktator dengan keputusan yang dibuat secara mutlak oleh Presiden seperti zaman Husni Mubarak.
Seorang anggota Dewan Senat yang membahas gaji ini kemudian memuji langkah yang diambil oleh Presiden, sedangkan gaji seorang Direktur Utama Perusahaan Telekomunikasi Mesir adalah sebanyak 60,000 poundsterling Mesir, atau setara Rp85.000.000,-.
Di Indonesia, gaji Presiden SBY beserta tunjangannya adalah sebesar Rp 62.497.800 per bulan. Sedangkan dana operasional atau taktis adalah Rp 2 miliar per bulan
Presiden Mursi melantik 17 orang penasihat dan 4 pembantu yang bertujuan memudahkan administrasi serta mengelakkan Presiden menjadi diktator dengan keputusan yang dibuat secara mutlak oleh Presiden seperti zaman Husni Mubarak.
Seorang anggota Dewan Senat yang membahas gaji ini kemudian memuji langkah yang diambil oleh Presiden, sedangkan gaji seorang Direktur Utama Perusahaan Telekomunikasi Mesir adalah sebanyak 60,000 poundsterling Mesir, atau setara Rp85.000.000,-.
Di Indonesia, gaji Presiden SBY beserta tunjangannya adalah sebesar Rp 62.497.800 per bulan. Sedangkan dana operasional atau taktis adalah Rp 2 miliar per bulan
posted by @Adimin
Labels:
Dunia Islam,
TOPIK PILIHAN
8:58 PM
Lale Fatma Yulia Ningsih
Mahasiswa Master, Jurusan TEFL, Istanbul University
(Juni 16, 2013)
*Lale Fatma Yulia Ningsih
Mahasiswa Master, Jurusan TEFL, Istanbul University
Istanbul-Turki
*http://www.pkspiyungan.org/2013/06/istanbul-perang-non-fisik-zeytinburnu-1.html
posted by @Adimin
ISTANBUL: Perang Non Fisik (1 Juta Massa Erdogan) vs Kemalist
Written By @Adimin on Sunday, June 16, 2013 | 8:58 PM
Mahasiswa Master, Jurusan TEFL, Istanbul University
(Juni 16, 2013)
Saya sedang menulis tulisan di salah satu media ketika saya mendengar suara ribut-ribut dari jalan utama dekat dengan asrama. Tadi malam saya dengar bahwa massa di taksim akan menjadi lebih banyak lagi. Rombongan itu kemungkinan akan menuju ke Taksim. Saya coba berkonsentrasi menulis tentang tulisan itu, tapi rasa penasaran saya mengalahkan segalaya---lagi. Akhirnya saya keluar dari asrama dan menyusuri jalan untuk menuju jalan utama, saya berniat hanya melihat gerombolan lima menit sehingga saya hanya membawa telpon genggam. Sebelum sampai jalan utama saya sudah dikejutkan dengan pemandangan yang tidak pernah saya duga. Gerombolan beberapa pemuda dan bapak-bapak terus mengibarkan bendera Turki dan juga bendera Partai AKP [Partai Erdoğan]. Saya tambah penasaran ketika saya mengalihkan pandangan ke arah kiri, semakin banyak massa bergabung. Apa yang sebenarnya mereka lakukan?
Semakin lama berjalan saya bergabung dengan kumpulan massa yang terus berteriak “Ya Allah, Bismillah, Allahu Akbar!” kemudian ada yang memimpin “Takbir” dan yang lainnya menjawab “Allahu Akbar!”
Mendengar teriakan massa ini banyak warga yang kemudian membuka jendela apartement. Yang pro dengan aksi ini akan mengiarkan bendera dan bertepuk tangan. Tapi yang kontra dengan aksi ini akan memukul-mukul tencere [Turki: wajan/penggorengan]. Hal ini dilakukan sebagai simbol bahwa mereka adalah Kemalist yang menjunjung tinggi Turkiye Cumhuriyet yang disingkat menjadi T.C serupa dengan Tencere disingkat menjadi T.C. Begitulah asal mula pemukulan tencere [wajan] yang merupakan aksi protes.
Sekitar setengah jam berjalan, suara tencere semakin banyak yang juga disambut dengan teriakan semakin keras “Ya Allah, Bismillah, Allahu Akbar!” dari massa pendukung AKP. Hanya dengan melihat hak kecil seperti ini saja bisa dirasakan perang non fisik antara massa AKP dengan Kemalist. Sesampainya di sebuah gerbang benteng Konstantinopel, massa disambut dengan mars penaklukan konstantinopel dan iringian orang yang berseragam tentara Turki Usmani yang membuat massa semakin keras berteriak “Allahu Akbar”
Beberapa menit setelah memasuki gerbang saya kemudian terkesima dengan orang yang smekain banyak berdatangan dari segala penjuru dengan sepanduk bertuliskan “Fatih Sultan Mehmed our Sultan, Recep Tayyip Erdoğan our Leader, Mustafa Kemal Ataturk our father”, “You are not alone Recep Tayyib Erdoğan”, “We are AKP”.
Ternyata setelah saya membaca salah satu sepanduk, baru saya mengetahui bahwa massa yang berkumpul hari ini di daerah Kazlicesme sekitar 1 juta orang. Sepanduk yang mendominasi adalah sepanduk yang bertuliskan “SAATNYA MENGHENTIKAN PERMAINAN BESAR, MARI MENULIS SEJARAH”. Permainan besar yang dimaksud adalah apa yang terjadi di Taksim Square. Hal ini merupakan counter attack terhadap apa yang terjadi di Taksim Square dan di tempat lainnya. Ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa yang mendukung kebijakannya sangatlah besar dibandingkan kumpulan massa yang ada di Taksim Square.
Menyadari bahwa saya hanya membawa hp saja, maka saya tidak mau ambil resiko, maka saya kembali ke asrama. Salah satu stasiun televisi menayangkan keadaan terkini di daerah Taksim. Massa terus berteriak “Mustafa Kemalin Askerleriyiz [Kami adalah laskar Mustafa Kemal Ataturk]”. Sangat kontras dengan apa yang diteriakkan massa AKP di Zeytinburnu “Ya Allah, Bismillah, Allahu Akbar”.
Erdoğan memulai pidatonya pada jam 6 sore waktu Istanbul disambut dengan teriakan “Ya Allah, Bismillah, Allahu Akbar”. Rangkuma isi dari pidatonya mengajak seluruh masyarakat Istanbul untuk menyadari bahwa permainan (konspirasi) harus diakhiri:
(1) Turki adalah Istanbul, karena Istanbul adalah pusat peradaban Turki Usmani. Kita juga mengetahui bahwa seluruh dunia sedang memperhatikan kita, oleh sebab itu pada hari ini biarlah mereka melihat apa yang sebenarnya didalam hati kita semua.
(2) Lihat nanti, apakah BBC akan menyembunyikan apa yang kita lakukan pada hari ini. CNN dan Reuters juga melakukan hal yang sama, menyembunyikan berita tentang apa yang kita lakukan hari ini, aksi kita adalah aksi damai, bukanlah aksi dengan memukul penggorengen [tencere]. Mereka melempar bom molotov terhadap polisi negara, apakah ini yang dinamakan demokrasi?
(3) Turki bukan hanya daerah Taksim, tapi Turki juga daerah Uskudar, daerah Gatih, daerah Kasimpasa. Turki bukan hanya Istanbul tapi Turki juga daerah Kayseri, daerah Ersurum, daerah Samsun.
(4) Parlemen Eropa sudah menentukan sikap terhadap apa yang terjadi di Turki, tapi mereka menutup mata terhadap apa yang terjadi di Suriah, menutup mata terhadap pembantaina di Palestina. Karena mereka punya mata tapi tak bisa melihat, mereka punya telinga tapi tak mendengar, dan mereka punya lidah tapi tak bisa bicara.
(5) Lihat apa yang sekarang mereka lakukan terhadap patung Kemal dan Bendera Turki yang ada di Taksim Square padahal katanya meraka adalah orang-orang yang mencintai Ataturk dan mencintai Turki.
(6) Mereka mengatakan bahwa polisi memakai gas air mata, apakah negara lain tidak menggunakan gas air mata? Lihatlah sekarang di rumah sakit, yang lebih banyak terluka adalah polisi. Sekarang polisilah yang mereka salahkan.
(7) Mereka mengatakan bahwa saya adalah diktator. Saya adalah pelayan di negeri ini, bagaimana mereka mengatakan bahwa saya adalah seorang diktator? Oleh karena itu saudaraku. Kita melihat permainan yang terjadi, sehingga saatnya kini kita mengakhiri permainan.
Setelah berpidato di daerah Kalizcesme---merupakan daerah di mana Fatih Sultan Mehmet membangun masjid yang pertama di Istanbul sebelum penaklukan Kosntantinopel---ia kemudian juga memberikan sambutan di Turkce Olimpiyatlari (Turkish Olympiad), salah satu lomba bahasa Turki dalam berbagai bidang seperti puisi, lagu dan lainnya. Dalam sambutannya ia mengatakan “Mereka melempar molotov, kalian memberikan lagu kepada kami, sampaikan salam dari hati kami untuk orangtua kalian ketika kalian kembali ke negara masing-masing”.
*Lale Fatma Yulia Ningsih
Mahasiswa Master, Jurusan TEFL, Istanbul University
Istanbul-Turki
*http://www.pkspiyungan.org/2013/06/istanbul-perang-non-fisik-zeytinburnu-1.html
posted by @Adimin
Labels:
Dunia Islam
8:43 PM
Anak Palestina : Al-Qossam Akan Habisi Yahudi
Written By @Adimin on Monday, November 19, 2012 | 8:43 PM
Sejumlah bocah Palestina di Jalur Gaza terlihat berkeliaran di jalanan. Mereka bermain perang-perangan di luar rumahnya, meski langit Gaza tengah dikepung oleh jet tempur F-16 dan pesawat pengebom tak berawak milik Israel.
"Kami tidak takut dengan bom Yahudi. Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) akan menghabisinya hari ini," ujar salah satu bocah Palestina Sharif al-Ewad sambil tersenyum, seperti dikutip Reuters, Selasa (20/11/2012).
Jalur Gaza merupakan salah satu wilayah Palestina yang cukup padat penduduknya. Sekira 1,7 warga Gaza adalah remaja yang usianya masih di bawah 18 tahun. Namun karakter mereka cukup keras karena mereka dibesarkan di lingkungan perang.
Salah seorang psikiater Hasan Zeyada mengatakan, banyak bocah-bocah Palestina mengalami trauma. Selain itu, mereka turut mengalami gangguan tidur, mimpi buruk, dan terkadang mereka terbangun dalam keadaan mengompol.
Ketika perang berlangsung, sekolah-sekolah di Gaza terpaksa diliburkan. Sejumlah bocah justru terlihat cukup senang karena mereka terbebas dari PRnya di sekolah. Namun beberapa bocah lainnya kecewa karena mereka bosan di rumah.
Pasukan Israel menarik diri dari wilayah tersebut pada 2005 silam, namun fraksi Hamas di Gaza tetap menolak untuk mengakui Israel. Perang misil antara kelompok bersenjata di Gaza dan Israel juga terus berlangsung. Bahkan serangan dari Gaza dihantam dengan bombardir udara.
Operasi militer yang cukup besar dilakukan Israel pada Rabu kemarin dengan tujuan untuk menghentikan serangan. Namun serangan itu justru menewaskan warga sipil, terutama bocah-bocah yang tidak berdosa itu.
Terkadang, bocah-bocah Gaza juga sering mengutarakan kekecewaannya atas perlakuan komunitas internasional terhadap Palestina. Mereka mengecam Israel yang tidak mengakui perbuatannya, menyerang warga sipil. Bocah-bocah itupun mendambakan kehidupan normal selayaknya warga lain di belahan dunia ini.(okez)
"Kami tidak takut dengan bom Yahudi. Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) akan menghabisinya hari ini," ujar salah satu bocah Palestina Sharif al-Ewad sambil tersenyum, seperti dikutip Reuters, Selasa (20/11/2012).
Jalur Gaza merupakan salah satu wilayah Palestina yang cukup padat penduduknya. Sekira 1,7 warga Gaza adalah remaja yang usianya masih di bawah 18 tahun. Namun karakter mereka cukup keras karena mereka dibesarkan di lingkungan perang.
Salah seorang psikiater Hasan Zeyada mengatakan, banyak bocah-bocah Palestina mengalami trauma. Selain itu, mereka turut mengalami gangguan tidur, mimpi buruk, dan terkadang mereka terbangun dalam keadaan mengompol.
Ketika perang berlangsung, sekolah-sekolah di Gaza terpaksa diliburkan. Sejumlah bocah justru terlihat cukup senang karena mereka terbebas dari PRnya di sekolah. Namun beberapa bocah lainnya kecewa karena mereka bosan di rumah.
Pasukan Israel menarik diri dari wilayah tersebut pada 2005 silam, namun fraksi Hamas di Gaza tetap menolak untuk mengakui Israel. Perang misil antara kelompok bersenjata di Gaza dan Israel juga terus berlangsung. Bahkan serangan dari Gaza dihantam dengan bombardir udara.
Operasi militer yang cukup besar dilakukan Israel pada Rabu kemarin dengan tujuan untuk menghentikan serangan. Namun serangan itu justru menewaskan warga sipil, terutama bocah-bocah yang tidak berdosa itu.
Terkadang, bocah-bocah Gaza juga sering mengutarakan kekecewaannya atas perlakuan komunitas internasional terhadap Palestina. Mereka mengecam Israel yang tidak mengakui perbuatannya, menyerang warga sipil. Bocah-bocah itupun mendambakan kehidupan normal selayaknya warga lain di belahan dunia ini.(okez)
posted by Adimin
Labels:
Alam Islami,
Bingkai Berita,
Dunia Islam,
SLIDER










