Latest Post
8:00 PM
posted by @Adimin
Proses Hukum Terhadap Gubernur Ahok Harus Tetap Berjalan
Written By @Adimin on Monday, October 10, 2016 | 8:00 PM
Jakarta (10/10) - Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) DPP PKS Almuzzammil Yusuf meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap memproses pengaduan dari masyarakat terkait laporan masyarakat terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pasalnya, pernyataan tersebut masuk ke dalam ranah pidana umum.
"Bukti penghinaannya jelas. Meskipun yang bersangkutan meminta maaf proses hukum harus tetap berjalan. Karena ini masuk pidana umum. Jadi tidak perlu dikaitkan dengan surat edaran Kapolri tentang Pilkada. Apalagi yang bersangkutan adalah bakal calon. Belum ditetapkan KPUD sebagai calon resmi gubernur," tegas Al Muzammil di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (10/10/2016).
Namun Muzzammil mengimbau agar masyarakat dapat mengendalikan diri, tidak terpancing emosi serta memproses secara hukum. Dia beralasan, pernyataan Ahok telah menodai Pancasila karena menyebut 'dibohongi pakai Surat Al Maidah ayat 51 dan dibodohi masuk neraka' dalam pidatonya di depan warga Jakarta.
“Pidato Saudara Basuki itu tidak patut disampaikan oleh seorang gubernur yang tinggal di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang majemuk ini. Dia telah menodai Pancasila sila Ketuhanan yang Maha Esa dan sila Persatuan Indonesia,” tuturnya.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI tersebut mengatakan, pernyataan Ahok tidak cukup dilihat dalam konteks Pilkada. Lebih dari itu, menurutnya, pernyataan Ahok sangat berbahaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Dia tidak hanya menghina ajaran dan umat Islam tapi juga pernah menghina ajaran agama Kristen yang menyatakan Kristen adalah agama konyol dalam rapat resmi Pemprov DKI Jakarta. Silahkan cek link https://www.youtube.com/watch?v=oF6gx4P_2WY. Pernyataannya memperlihatkan dia telah menodai sila Ketuhanan yang Maha Esa. Wujud dari sila ini adalah sikap saling toleran, menghargai dan menghormati ajaran agama yang berbeda-beda. Dia abaikan ini semua,” terangnya.
Menurut Muzammil, pernyataan Ahok dapat berpotensi menyulut kemarahan umat beragama sehingga menodai sila Persatuan Indonesia.
Karena Ahok adalah gubernur DKI Jakarta yang memiliki kemajemukan umat beragama.
“Dia seharusnya memberikan teladan dengan menjaga ucapannya supaya tidak menghina keyakinan ajaran agama supaya tidak terjadi perpecahan antar antar warga,” pungkas Muzammil.
sumber: www.pks.id
Labels:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
6:34 PM
Humas PKS Harus Hadirkan Konten Universal kepada Publik
Written By @Adimin on Sunday, October 9, 2016 | 6:34 PM
![]() |
| foto: PKS Foto |
Jakarta (8/10) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menekankan pentingnya peran Hubungan Masyarakat (Humas) membawa PKS ke tengah masyarakat. Untuk itu, Humas harus menghadirkan konten-konten informasi yang bernilai substantif dan universal agar PKS benar-benar dirasakan kehadirannya di masyarakat.
"Kita harus pandai mencari isu apa yang akan membuat orang-orang di tengah untuk menarik PKS likers. Maka mari kita hadirkan konten yang subtantif dan universal," ujar Sohibul Iman.
Hal itu disampaikannya dalam pidato penutupan Public Relations (PR) Summit PKS di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Sabtu (8/10/2016) malam.
Pria yang akrab disapa Kang Iman ini menuturkan, sejak kelahirannya PKS mendapatkan dua stigma. Pertama, stigma keagamaan. "Stigma keagaaman, kita tidak mencerminkan Islam mainstream di negeri ini. Padahal PKS adalah melting pot untuk menerima perbedaan mazhab yang ada di Indonesia," tuturnya.
Kedua, lanjut Sohibul Iman, stigma kebangsaan. Pada stigma kedua ini, pria yang pernah menjabat rektor Universitas Paramadina ini mengatakan, PKS diakui publik pada aspek kemanusiaan, tapi tetap dianggap belum terlalu tulus mencintai Indonesia. Kerja-kerja kader PKS, lanjut dia, banyak terinterupsi oleh stigma yang dijustifikasi publik tersebut.
"Karena stigma tadi kader yang bekerja banyak kepotong oleh stigma yang diberikan oleh masyarakat tadi. Maka saya mengimbau kepada seluruh jajaran, untuk menghilangkan stigma tersebut karena kita sangat tulus mencintai Indonesia ini. Konten ini harus kita produksi," imbuhnya.
Fungsi menghadirkan konten universal, Sohibul Iman manambahkan, tidak saja terletak di Bidang Humas DPP PKS. Humas PKS di daerah juga harus memiliki kesadaran yang sama menghadirkan PKS di tengah masyarakat melalui konten-konten informasi yang bernilai universal dan substantif, tidak parsial dan eksklusif. Konten universal tersebut salah satunya adalah konten humanis kontribusi PKS yang menggambarkan sisi kehidupan sehari-sehari.
"Saya berharap kita semua semakin merasakan dan termotivasi bahwa keberadaan kita di humas sangat penting. Sehingga kita bisa menegaskan dalam diri kita sendiri bahwa ini tugas yang mulia untuk memperbaiki reputasi partai," jelas Sohibul Iman.
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Labels:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
6:30 PM
Tak Sekadar Menarik, Humas Harus Menyampaikan Informasi Benar
![]() |
| Foto: Al Amin/PKSFoto |
Jakarta (7/10) - Fungsi Hubungan Masyarakat (Humas) tidak sebatas menyampaikan berita yang menarik kepada publik. Tapi humas pada sebuah lembaga, terlebih partai politik, juga harus mengemas dan memadukan kebenaran dalam berita yang menarik.
"Ada dua kata yang harus dipegang humas, benar dan menarik. Tidak sekadar menarik, tetapi humas harus memadukan kebenaran dalam setiap berita yang dibuat menarik. Itulah tugas humas," ujar Ketua DPP PKS Ahmad Heryawan saat menyampaikan stadium generale di PKS Public Relations (PR) Summit di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2016).
Pria yang biasa disapa Kang Aher ini mengatakan, kader PKS harus aktif mendekati semua segmen masyarakat tanpa diskriminasi untuk menyampaikan informasi yang benar tentang PKS. Setiap kader PKS berfungsi sebagai humas.
" Mustahil orang tahu siapa kita tanpa kita kasih tahu kepada mereka siapa kita. Banyak segmen masyarakat yang harus didekati secara spesifik. Lewat pendekatan biasa belum menyentuh keseluruhan. Pendekatan itu melalui media mainstream maupun sosial," tutur gubernur Jawa Barat ini.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar hajat nasional PKS Public Relations (PR) Summit 2016 di Hotel Ambhara, Jakarta, Jumat (7/10/2016) hingga Ahad (10/10/2016). PKS PR Summit 2016 diikuti oleh pengurus Bidang Humas DPP PKS dan Pengurus Bidang Humas PKS seluruh Indonesia.
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Labels:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
5:59 PM
Lewat PR Summit, PKS Perkokoh Peran Humas untuk Kepentingan Umat
Written By @Adimin on Saturday, October 8, 2016 | 5:59 PM
![]() |
| Foto: Mahmud/PKSFoto |
Jakarta (7/10) -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar hajat nasional PKS Public Relations (PR) Summit 2016 di Hotel Ambhara, Jakarta, Jumat (7/10/2016) hingga Ahad (10/10/2016). PKS PR Summit 2016 diikuti oleh pengurus Bidang Humas DPP PKS dan Pengurus Bidang Humas PKS seluruh Indonesia.
Ketua Bidang Humas DPP Dedi Supriadi menerangkan, reputasi partai sebagai lembaga publik saat ini mudah dipantau dengan munculnya kanal media baru. PKS PR Summit yang mengusung tema "Menyambut Era Media Baru", adalah ikhtiar agar masyarakat bisa semakin melek secara aksara dan juga politik. "Upaya terus menerus inilah yang kita sebut kerja-kerja kehumasan," kata Dedi saat pembukaan PKS PR Summit, Jumat (7/10/2016).
Dedi menerangkan, output PR Summit adalah membangun reputasi positif PKS di mata publik. Aktivitas humas menjadi penting agar apa saja kepentingan publik menjadi perhatian bersama. "Tantangan humas adalah melakukan upaya membuat publik, internal dan eksternal, melek politik, melek media dan pastinya melek kepentingan umat," ujar Dedi.
Peran humas juga mesti mengetengahkan kerja-kerja PKS selama ini seperti membantu masyarakat, mengadvokasi anggaran-anggaran prorakyat miskin dan cepat bergerak dalam kondisi rakyat membutuhkan seperti bencana.
PKS PR Summit yang juga dihadiri komunitas relawan Humas seluruh Indonesia ini diisi dengan diskusi bersama beberapa Pemimpin Redaksi Media Massa Nasional dan Studium General oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Selain itu, PKS PR Summit akan memberikan peningkatan kapasitas kehumasan bagi seluruh relawan Komunitas Humas.
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Labels:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
5:47 PM
Humas Harus Dorong Publik Melek Kepentingan Umat
![]() |
| Foto: Mahmud/PKSFoto |
Jakarta (7/10) -- Bidang Humas DPP PKS menggelar PKS Public Relations (PR) Summit di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan Jumat (7/10/2016) hingga Ahad (9/10/2016). Gelaran nasional ini dihadiri Ketua Bidang Humas PKS di seluruh Provinsi di Indonesia.
Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi menerangkan, reputasi yang dibangun PKS tidaklah disulap dalam satu dua hari. Berkiprah di dunia politik selama 18 tahun bukanlah waktu yang pendek meski bukan waktu yang belum terlalu panjang. Humas, papar Dedi, berada di garis depan dalam membangun reputasi berdasarkan kerja-kerja nyata partai.
Dedi menerangkan, humas berperan besar agar masyarakat semakin melek atau literate, secara aksara, media juga melek politik. Humas, ujarnya, harus menjawab tantangan tersebut dengan melakukan upaya membuat publik, internal dan eksternal, melek politik, melek media.
"Dan pastinya melek kepentingan umat," ujar Dedi dalam pembukaan PKS PR Summit, Jumat (7/10/2016).
Dedi melanjutkan, setiap kader di PKS sejatinya adalah humas. Sebab mereka terus menerus membangun reputasi positif lembaga melalui komunikasi persuasif yang terencana dan berkesinambungan.
Dedi berpesan agar humas juga mesti selalu mengikuti perkembangan lingkungan. Salah satu tantangan praktisi humas adalah berubah secara cepat dalam pemanfaatan medium-medium komunikasi politik yang kini semakin beragam. Kerja menjadikan masyarakat melek literasi harus dilakukan sebab saat ini publik dengan mudah digiring ke suatu permasalahan dan menjadi penyebar setia konten-konten yang tidak bermanfaaat.
"Bahkan malah cenderung menjauhkan umat dari permasalahan sebenarnya," kata Dedi.
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Labels:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
6:29 PM
posted by @Adimin
Wako Padang: 241,35 Km Jalan Betonisasi Selesai Tahun Ini
Written By @Adimin on Friday, October 7, 2016 | 6:29 PM
PADANG - Akses masyarakat Kota Padang semakin mudah. Terlebih setelah Pemerintah Kota Padang membetonisasi jalan lingkungan. Sehingga jalan menjadi layak dilalui.
Sejak program betonisasi digulirkan, 153,04 kilometer jalan lingkungan sudah diaspal beton. Direncanakan betonisasi tahun 2016 ini selesai sepanjang 241,35 kilometer.
"Hingga tahun lalu betonisasi jalan telah mencapai 153,04 kilometer dan hingga akhir tahun 2016 ini kami akan membeton jalan 88,31 kilometer," kata Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo.
Dengan tambahan betonisasi hingga akhir tahun ini, artinya pengerjaan program tersebut telah mendekati angka 73,77 persen. Pemko Padang menargetkan, betonisasi ini selesai 2018 dan seluruh jalan lingkungan teraspal beton sepanjang 325,288 kilometer.
Walikota berharap masyarakat merasa lega dan nyaman berjalan dan berkendara di jalan tersebut. Sebab selama ini cukup banyak jalan yang belum layak dilewati. Setelah betonisasi selesai, maka diharapkan perekonomian warga Padang akan meningkat karena akses jalan mereka menjadi lebih mudah.
"Sementara itu pembersihan sedimen, perbaikan, peningkatan kapasitas daya tampung, dan pembangunan drainase baru dapat segera dilakukan. Sehingga 22,63 persen genangan air dapat diminimalisir," tuturnya.
Diungkapkannya, pembersihan, perbaikan, dan pembangunan drainase baru tersebut merupakan program Pemko Padang untuk pengendalian banjir dan genangan air di kota tersebut.
Terpisah, pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Andalas, Aidinil Zetra menyebut bahwa program betonisasi sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena menurutnya selama ini banyak jalan lingkungan di Padang yang kurang mendapat perhatian.
"Namun begitu, proses perencanaan program ini harus dirancang berdasarkan data dan hasil pengamatan kebutuhan masyarakat secara riil," sebutnya kepada Humas dan Protokol Kota Padang, kemarin.
sumber: humas dan protokol kota padang
posted by @Adimin
Labels:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
3:45 PM
posted by @Adimin
Politik adalah Jalan Melipatgandakan Khidmat
Jayapura (7/10) -- Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diminta memperkokoh basis nilai sebagai gerakan politik yang memiliki ruh gerakan kebaikan. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengatakan, kader tidak boleh melupakan basis nilai sebagai pembawa kebaikan lewat jalan politik.
"Jangan melupakan pembentukan basis nilai dan kontribusi hanya karena kita telah bergerak dari religious movement ke political movement," tegas pria yang akrab disapa MSI ini ketika berbicara sebagai keynote speaker dalam Training Orientasi Partai di Jayapura, Papua Jumat (7/10/2016) siang.
MSI mengutip sebuah disertasi yang menyebutkan PKS lahir dari religious movement. Fase ini adalah fase pembentukan basis nilai bagi gerakan. Kemudian PKS melalui fase kedua yaknisocial movement berupa pembentukan basis kontribusi atau pengabdikan. Pada fase ketiga, yakni political movement, tuntutannya adalah perluasan basis nilai dan pengabdian.
Pada fase ketiga ini, PKS ingin memperluas basis nilai dan basis kontribusinya lewat gerakan khidmat. MSI juga menyampaikan tujuan PKS masuk kepada fase political movement ini adalah melipatgandakan khidmat PKS kepada rakyat. Oleh karenanya PKS ikut berkompetisi dalam pemilu dan pilkada."Kekokohan nilai dan kontribusi kunci menghadapi hiruk pikuk kehidupan dan politik," tutupnya.
MSI lantas memuji peran khidmat yang ditunjukkan salah satu kader PKS asal Muaratami, Papua bernama Abraham. Abraham sehari-hari berprofesi sebagai sopir angkot. Meski begitu ia tetap berusaha melakukan khidmat sesuai profesinya. Abraham memberikan tumpangan kepada anak anak sekolah tanpa menarik bayaran dengan tarif pada umumnya.
"Saya ajak mereka untuk naik. Saya bilang kepada mereka bayar berapa saja semampunya. Bahkan ada yang tak mampu bayar tetap saya antar ke sekolahnya. Saya tidak tahu apakah satu atau sekian anak yang saya bawa mungkin bisa berhasil di masa yang akan datang. Entah jadi presiden atau bupati saya tidak tahu," tutur Abraham
MSI menyebut kader-kader PKS harus bisa mengambil keteladanan dari aksi nyata seorang Abraham. "Pak Abraham sudah berkhidmat bahkan sebelum bergabung dengan PKS. Kader PKS harus belajar dalam berkhidmat kepada masyarakat seperti pak Abraham," puji MSI. [pks.id]
posted by @Adimin
Labels:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN





