Latest Post
6:57 AM
"Siapa suka minuman serbat
“Dan bersegeralah kalian menuju ampunan Allah dan syurga-Nya yang seluas langit dan bumi, yang hanya diberikan kepada orang-orang bertaqwa” ~ QS Ali Imran: 133.
[antara]
posted by @A.history
Bersegeralah menuju surga | By: @tifsembiring
Written By @Adimin on Thursday, July 18, 2013 | 6:57 AM
"Siapa suka minuman serbatTentu jahe bikin hangatnya
Siapa suka lalaikan shalat
Tentu neraka wail tempatnya."
“Dan bersegeralah kalian menuju ampunan Allah dan syurga-Nya yang seluas langit dan bumi, yang hanya diberikan kepada orang-orang bertaqwa” ~ QS Ali Imran: 133.
Dalam kitab sirah Nabawiyah, dikisahkan bahwa disuatu malam Ju'mat, seorang pemuda Madinah, yang ahli memanah bernama Hanzhalah menikah dengan seorang gadis Jamilah.
Merekapun mengadakan walimahtu ‘ursy, perhelatan, yang juga dihadiri oleh Rasulullah saw. beserta sahabat-sahabat yang lain.
Selanjutnya sebagaimana kebiasaan pengantin baru, setelah para tamu pulang, maka kedua mempelaipun masuk ke dalam rumah dan tentunya menikmati malam pertama mereka berdua.
Pada Jum’at paginya menjelang waktu Subuh, tiba-tiba rumah Hanzhalah diketuk oleh seorang sahabat yang membawa pesan bahwa Hanzhalah diminta segera menghadap Rasulullah saw.
Entah apa yang dilihat oleh Rasulullah saw, saat bertemu dengan Hanzhalah, sampai Nabi saw bertanya, “Apakah aku membuat engkau terburu-buru ya Hanzhalah". "Tidak ya Rasulullah", Jawab Hanzhalah.
"Kalau begitu, engkau kuperintahkan sekarang untuk membawa perlengkapan perangmu, berangkatlah, karena musuh sudah mendekati batas kota Madinah," kata Nabi saw.
"Labbaik, siap Ya Rasulullah", jawab Hanzhalah tanpa banyak tanya, karena sebagaimana ahli memanah, dia sudah memahami tugas-tugasnya.
Kemudian berlakulah takdir, ketentuan Allah swt atas Hanzhalah, dia syahid dalam peperangan itu.
Rasulullah saw sangat sedih mendengar kematian salah seorang ahli memanahnya. Namun kepada Nabi saw, Allah swt memperlihatkan suatu pemandangan luar biasa tentang Hanzholah yang kemudian diceritakan kepada isterinya Jamilah.
"Wahai Jamilah, aku diperlihatkan Allah swt, bahwa Hanzhalah tengah dimandikan oleh para malaikat di sebuah bejana yang terbuat dari emas. Ada apa dengan suamimu ya Jamilah?", ucap Rasulullah saw.
Sambil tersipu malu, Jamilah mengungkapkan, "Tadi waktu engkau suruh berangkat berjihad, Hanzhalah belum sempat mandi (junub) Ya Rasulullah".
Subhaanallah, kisah Hanzhalah yang kerap terngiang dalam ingatan. Karena sebenarnya, tidaklah makan waktu lama bagi seorang suami untuk menuntaskan keinginan biologisnya kepada sang isteri. Namun hal itu ditinggalkannya demi bersegera meraih ridho Allah swt dan Surga-Nya.
Bulan Ramadhan melatih kita untuk bersegera menuju syurga Allah swt. Bersegera berbuka saat adzan Maghrib tiba. Bersegera ke masjid saat menjelang waktu shalat.
Bersegera mengkhatamkan Al-Qur’an. Bersegera membayarkan zakat fithrah dsb. Dan semua kesegeraan ini, insya Allah, akan mengantarkan kita ke surga, "jannatu naiim".
[antara]
posted by @A.history
Labels:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
6:54 AM
posted by @A.history
"Biar yang Asli Bertahan dan yang Palsu Musnah Terbakar" | by @Fahrihamzah
Kamis, 18 Juli 2013Aku dipeluk dingin...mendengarkan kicau burung kecil menari di punggung ranting...tepat sedepa di balik jendela..
Sumbawa, tempat ku menarik nafas pertama, menyusu dan tumbuh menjadi perkasa adalah tanah pusaka kami...
Di sini orang2 dilatih menjadi keras...seperti batu cadas...pendirian adalah hal yang mahal... kebenaran harga mati..
Di sini, kami diajar saling tatap dan mengucap semua pendapat secara tepat tanpa sayap...pahit manis soal kemudian...
Ibuku perempuan berani, perempuan merdeka...laki2 bukan hirarki...mereka pasangan...
Dan berkali aku saksikan ibuku berpendirian keras di depan lelaki...di depan siapapun...
Dan yang kupelajari dari abah adalah bagaimana menghadapi ketegangan hidup dengan senda gurau akal sehat...
ALHAMDULILLAH Allah karuniai keduanya umur panjang... mendekati 80 masih penuh canda dan tawa...
ALLAH KARUNIAKANKU Tanah yang memberiku makan...waktu yang memberiku kesempatan dan masyarakat yg mendidikku..
Aku takkan berhenti menjadi diriku sendiri sampai aku mati...dan aku ingin mati sebagai aku...
Pertemuanku dengan ribuan masyarakat bebwrapa hari ini mengkonfirmasi bahwa pendirianku benar...
Bahwa aku tidak boleh berhenti bersuara keras kalau aku yakin benar...dan jangan takut minta maaf kalau aku salah..
Yang haram adalah terjebak dalam mediokrasi dan ketidakjelasan sikap...kata orang jawa...pagi kedelai sore tempe...
Memang saya menemukan sebagian anak bangsa yang kurang kuat memegang pendiriannya... ini musuhku...musuh kemajuan..
Indonesia takkan maju di tangan orang2 yang tidak punya pendirian...indonesia layu di tangan peminpin bimbang..
Dan aku anak Sumbawa anak desa...anak dari ujung timur nusantara...anak tambora...akan meletuskan magma...
Aku tak peduli siapa yang terbakar...demi Allah...biar yang asli bertahan dan yang palsu musnah terbakar...kata bung karno.
Indonesia memerlukan kesadaran kembali setingkat bencana massal atau setingkat revolusi besar...
Indonesia memerlukan narasi besar swara kemerdekaan yang akan membongkar kesadaran kita yang palsu..
Narasi..seperti lava...dari letusan gunung tambora 1815 (10 April) yang menjalar memusnahkan dan memadamkan benua lain..
Indonesia memerlukan dentuman besar yang membangkitkan orang2 yang sedang sibuk dengan dirinya..dlm ritual yg egois...
Indonesia memerlukan pemimpinnya...siapakah dia? Aku mencari seorang di antara kita........
Aku dipeluk dingin...mendengarkan kicau burung kecil menari di punggung ranting...tepat sedepa di balik jendela..
Sumbawa, tempat ku menarik nafas pertama, menyusu dan tumbuh menjadi perkasa adalah tanah pusaka kami...
Di sini orang2 dilatih menjadi keras...seperti batu cadas...pendirian adalah hal yang mahal... kebenaran harga mati..
Di sini, kami diajar saling tatap dan mengucap semua pendapat secara tepat tanpa sayap...pahit manis soal kemudian...
Ibuku perempuan berani, perempuan merdeka...laki2 bukan hirarki...mereka pasangan...
Dan berkali aku saksikan ibuku berpendirian keras di depan lelaki...di depan siapapun...
Dan yang kupelajari dari abah adalah bagaimana menghadapi ketegangan hidup dengan senda gurau akal sehat...
ALHAMDULILLAH Allah karuniai keduanya umur panjang... mendekati 80 masih penuh canda dan tawa...
ALLAH KARUNIAKANKU Tanah yang memberiku makan...waktu yang memberiku kesempatan dan masyarakat yg mendidikku..
Aku takkan berhenti menjadi diriku sendiri sampai aku mati...dan aku ingin mati sebagai aku...
Pertemuanku dengan ribuan masyarakat bebwrapa hari ini mengkonfirmasi bahwa pendirianku benar...
Bahwa aku tidak boleh berhenti bersuara keras kalau aku yakin benar...dan jangan takut minta maaf kalau aku salah..
Yang haram adalah terjebak dalam mediokrasi dan ketidakjelasan sikap...kata orang jawa...pagi kedelai sore tempe...
Memang saya menemukan sebagian anak bangsa yang kurang kuat memegang pendiriannya... ini musuhku...musuh kemajuan..
Indonesia takkan maju di tangan orang2 yang tidak punya pendirian...indonesia layu di tangan peminpin bimbang..
Dan aku anak Sumbawa anak desa...anak dari ujung timur nusantara...anak tambora...akan meletuskan magma...
Aku tak peduli siapa yang terbakar...demi Allah...biar yang asli bertahan dan yang palsu musnah terbakar...kata bung karno.
Indonesia memerlukan kesadaran kembali setingkat bencana massal atau setingkat revolusi besar...
Indonesia memerlukan narasi besar swara kemerdekaan yang akan membongkar kesadaran kita yang palsu..
Narasi..seperti lava...dari letusan gunung tambora 1815 (10 April) yang menjalar memusnahkan dan memadamkan benua lain..
Indonesia memerlukan dentuman besar yang membangkitkan orang2 yang sedang sibuk dengan dirinya..dlm ritual yg egois...
Indonesia memerlukan pemimpinnya...siapakah dia? Aku mencari seorang di antara kita........
posted by @A.history
Labels:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
6:52 AM
Sijunjung – Gubernur Irwan Prayitno melakukan Safari Ramadhan ke Masjid Ikhlas Nagari Tanjuang Bonai Aur Kecamatan Sumpur Kudus Kab Sijunjung (16/7). Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Kepala Dinas Sosial Sumbar Abdul Gafar, SE, MM, Kabiro Binsos, Eko Faisal, S.Kom, MM, Kadis Pertanian Sumbar, Kabiro Humas Sumbar Irwan, S.Sos, MM, Kakanwil Kementrian Agama Sumbar, Ketua LKAAM Sayuti Dt Panghulu, Camat, Forkopinda Sijunjung, dan beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemkab Sijunjung.
Dalam sambutannya Irwan mengingatkan para jamaah agar jangan terlalu banyak merokok, sebab sangat berbahaya terhadap kesehatan. Apalagi pada bulan Ramadhan, stamina tubuh sangat perlu dijaga, agar tetap bisa menjalankan ibadah puasa.
Karena puasa mengajarkan kita untuk dapat mengendalikan diri, dan menempa kedisiplinan, baik dalam bekerja maupun dalam bersikap. Sebab puasa tidak membuat kita menjadi malas, jika pikiran tetap positif tidak akan ada letih dan lelah, karena pendapat dokter makan sahur memiliki energi yang cukup untuk kerja satu hari.
Berkaitan dengan melonjaknya harga bahan pokok, Irwan mengakui memang setiap bulan Ramadhan laju inflasi jadi naik. Hal ini disebabkan permintaan yang meningkat, sehingga hargapun menjadi naik. Namun tentu pemerintah tidak lepas tangan, salah satunya dengan melakukan operasi pasar dan memantau harga barang agar tetap stabil.
Oleh karena itu, dihimbau kepada para pedagang, agar jangan menaikan harga secara tidak wajar, kasihan masyarakat kita, pintanya.
posted by @A.history
Gubernur: Jamaah Jangan Banyak Merokok
Sijunjung – Gubernur Irwan Prayitno melakukan Safari Ramadhan ke Masjid Ikhlas Nagari Tanjuang Bonai Aur Kecamatan Sumpur Kudus Kab Sijunjung (16/7). Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Kepala Dinas Sosial Sumbar Abdul Gafar, SE, MM, Kabiro Binsos, Eko Faisal, S.Kom, MM, Kadis Pertanian Sumbar, Kabiro Humas Sumbar Irwan, S.Sos, MM, Kakanwil Kementrian Agama Sumbar, Ketua LKAAM Sayuti Dt Panghulu, Camat, Forkopinda Sijunjung, dan beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemkab Sijunjung.
Dalam sambutannya Irwan mengingatkan para jamaah agar jangan terlalu banyak merokok, sebab sangat berbahaya terhadap kesehatan. Apalagi pada bulan Ramadhan, stamina tubuh sangat perlu dijaga, agar tetap bisa menjalankan ibadah puasa.
Karena puasa mengajarkan kita untuk dapat mengendalikan diri, dan menempa kedisiplinan, baik dalam bekerja maupun dalam bersikap. Sebab puasa tidak membuat kita menjadi malas, jika pikiran tetap positif tidak akan ada letih dan lelah, karena pendapat dokter makan sahur memiliki energi yang cukup untuk kerja satu hari.
Berkaitan dengan melonjaknya harga bahan pokok, Irwan mengakui memang setiap bulan Ramadhan laju inflasi jadi naik. Hal ini disebabkan permintaan yang meningkat, sehingga hargapun menjadi naik. Namun tentu pemerintah tidak lepas tangan, salah satunya dengan melakukan operasi pasar dan memantau harga barang agar tetap stabil.
Oleh karena itu, dihimbau kepada para pedagang, agar jangan menaikan harga secara tidak wajar, kasihan masyarakat kita, pintanya.
Sementara Walinagari Tanjung Bonai Hendri merasa bangga atas kunjungan tim Safari Ramadhan Gubernur Sumatera Barat. Karena masyarakatnya yang 90 persen hidup dari bertani sangat mengimpikan kedatangan Gubernur ke Nagari Tanjung Bonai Aur.[irwan-prayitno.com]
posted by @A.history
Labels:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
6:40 AM
posted by @A.history
Mahyeldi : BNK Padang Sosialisasikan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba
Written By @Adimin on Wednesday, July 17, 2013 | 6:40 AM
PADANG --Pencegahan terhadap penyalahgunaan Narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, akan tetapi juga memerlukan partisipasi semua pihak termasuk masyarakat, orang tua, guru, tokoh masyarakat dan para pemuda.
Hal itu disampaikan Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Padang Mahyeldi, SP kepada jamaah Masjid Al Iman di Purus V Kecamatan Padang Barat, saat mengunjungi Masjid tersebut dalam rangka Safari Ramadhan BNK Kota Padang, Senin (15/7).
Dijelaskan Mahyeldi, sosialisasi bahaya penyalahgunaan dan peredaran Narkoba untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama generasi muda akan bahaya penyalahgunaan Narkoba, serta mengenalkan kepada masyarakat jenis-jenis Narkoba dan ciri-ciri orang yang mengkonsumsi Narkoba.
“Mengantisipasi, memerangi, dan memberantas penyalahgunaan Narkoba, sangat memerlukan kerjasama yang solid antara masyarakat dengan pihak yang berwajib,” ujar Wakil Walikota Padang itu.
“Kerjasama tersebut bisa dilakukan dengan memberikan informasi-informasi tentang penyalahgunaan Narkoba kepada pihak yang berwajib,” tambahnya lagi.
Dikesempatan itu, turut hadir dalam Tim Safari Ramadhan BNK Kota Padang, Sekretaris BNK Kota Padang Ery Sanjaya, Kepala RSUD Kota Padang drg. Hartati, dan Aiptu Sukasmi dari Bimas Polresta Padang.
“Kita juga mengharapkan kepada orang tua untuk mengawasi pergaulan dan segala tingkah laku anak, baik dirumah maupun diluar rumah,” ajak Mahyeldi.
Sementara itu, Kepala RSUD Kota Padang drg. Hartati menjelaskan, akibat dari penggunaan narkoba secara terus menerus akan mengakibatkan kelumpuhan total dan lebih parahnya lagi akan mengakibatkan kematian.
“Jadi tidak ada kata “coba-coba” untuk Narkoba, sekali mencoba jiwa anda akan terancam,” tegas drg. Hartati.
Lebih lanjut Aiptu Sukasmi dari Bimas Polresta Padang menjelaskan, pengguna dan pengedar Narkoba akan mendapatkan sangsi yang berat sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Untuk memberantas peredaran dan penggunaan Narkoba kita memerlukan informasi dari masyarakat,” terang Aiptu Sukasmi.
Ditambahkan, penyalahgunaan Narkoba baik pengedar ataupun pengguna akan mendapat hukuman berat sesuai dengan aturan perundangan-undangan yang berlaku di negara ini. “Dan hukuman terberat bagi pengedar dan pengguna Narkoba adalah hukuman mati,” tegas Aiptu Sukasmi. [lil/Sumbaronline]
Hal itu disampaikan Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Padang Mahyeldi, SP kepada jamaah Masjid Al Iman di Purus V Kecamatan Padang Barat, saat mengunjungi Masjid tersebut dalam rangka Safari Ramadhan BNK Kota Padang, Senin (15/7).
Dijelaskan Mahyeldi, sosialisasi bahaya penyalahgunaan dan peredaran Narkoba untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama generasi muda akan bahaya penyalahgunaan Narkoba, serta mengenalkan kepada masyarakat jenis-jenis Narkoba dan ciri-ciri orang yang mengkonsumsi Narkoba.
“Mengantisipasi, memerangi, dan memberantas penyalahgunaan Narkoba, sangat memerlukan kerjasama yang solid antara masyarakat dengan pihak yang berwajib,” ujar Wakil Walikota Padang itu.
“Kerjasama tersebut bisa dilakukan dengan memberikan informasi-informasi tentang penyalahgunaan Narkoba kepada pihak yang berwajib,” tambahnya lagi.
Dikesempatan itu, turut hadir dalam Tim Safari Ramadhan BNK Kota Padang, Sekretaris BNK Kota Padang Ery Sanjaya, Kepala RSUD Kota Padang drg. Hartati, dan Aiptu Sukasmi dari Bimas Polresta Padang.
“Kita juga mengharapkan kepada orang tua untuk mengawasi pergaulan dan segala tingkah laku anak, baik dirumah maupun diluar rumah,” ajak Mahyeldi.
Sementara itu, Kepala RSUD Kota Padang drg. Hartati menjelaskan, akibat dari penggunaan narkoba secara terus menerus akan mengakibatkan kelumpuhan total dan lebih parahnya lagi akan mengakibatkan kematian.
“Jadi tidak ada kata “coba-coba” untuk Narkoba, sekali mencoba jiwa anda akan terancam,” tegas drg. Hartati.
Lebih lanjut Aiptu Sukasmi dari Bimas Polresta Padang menjelaskan, pengguna dan pengedar Narkoba akan mendapatkan sangsi yang berat sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Untuk memberantas peredaran dan penggunaan Narkoba kita memerlukan informasi dari masyarakat,” terang Aiptu Sukasmi.
Ditambahkan, penyalahgunaan Narkoba baik pengedar ataupun pengguna akan mendapat hukuman berat sesuai dengan aturan perundangan-undangan yang berlaku di negara ini. “Dan hukuman terberat bagi pengedar dan pengguna Narkoba adalah hukuman mati,” tegas Aiptu Sukasmi. [lil/Sumbaronline]
Labels:
Bingkai Berita,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
6:00 AM
posted by @A.history
Wawako Ajak Muslim Kota Padang Perbanyak ibadah di Bulan Ramadhan
Padang – Wakil Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansyarullah, SP mengharapkan agar umat Muslim, menjadikan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan sebagai momentum pengendalian diri serta meningkatkan kesadaran spiritual sehinagga dapat menjadi manusia yang arif dan bijaksana.
”Saya berkeyakinan Ibadah puasa akan membuat umat Muslim mampu menjadi teladan dalam setiap pola pikir di tengah kemajemukan masyarakat dalam tatanan hidup rukun dan damai,” tutur Mahyeldi yang juga Calon Walikota Padang 2013 itu.
Selain itu umat Muslim diharapkan agar terus menjaga silaturahmi dengan sesama masyarakat dan terus bersinergi dengan pemerintah dalam rangka membangun Kota Padang menjadi lebih baik. ”Saya juga menghimbau sebagai warga kita akan tetap menjaga dan meningkatkan kerukunan dan kebersamaan yang telah terjalin erat selama ini,” pungkasnya.
Mahyeldi menyampaikan, di bulan ramdhan ini para jamaah di sini, termasuk anak-anak SMP dan SMA serta remaja ini bisa mengikuti shalat tarawih dan witir dari awal ramadhan hingga akhir. "Semoga anak remaja kita ini selalu mensyiarkan agama ini dan meramaikan selalu mesjid dan tempat-tempat kegiatan keagamaan meningkatkan iman dan taqwa (imtaq) dan terus mendalami ilmu pengetahuan teklogi (imtek) dalam kesehariannya. Kita berharap anak-anak tidak terjerumus dalam tindakan kejehatan," paparnya. [minangkabaunews]
”Saya berkeyakinan Ibadah puasa akan membuat umat Muslim mampu menjadi teladan dalam setiap pola pikir di tengah kemajemukan masyarakat dalam tatanan hidup rukun dan damai,” tutur Mahyeldi yang juga Calon Walikota Padang 2013 itu.
Selain itu umat Muslim diharapkan agar terus menjaga silaturahmi dengan sesama masyarakat dan terus bersinergi dengan pemerintah dalam rangka membangun Kota Padang menjadi lebih baik. ”Saya juga menghimbau sebagai warga kita akan tetap menjaga dan meningkatkan kerukunan dan kebersamaan yang telah terjalin erat selama ini,” pungkasnya.
Mahyeldi menyampaikan, di bulan ramdhan ini para jamaah di sini, termasuk anak-anak SMP dan SMA serta remaja ini bisa mengikuti shalat tarawih dan witir dari awal ramadhan hingga akhir. "Semoga anak remaja kita ini selalu mensyiarkan agama ini dan meramaikan selalu mesjid dan tempat-tempat kegiatan keagamaan meningkatkan iman dan taqwa (imtaq) dan terus mendalami ilmu pengetahuan teklogi (imtek) dalam kesehariannya. Kita berharap anak-anak tidak terjerumus dalam tindakan kejehatan," paparnya. [minangkabaunews]
posted by @A.history
Labels:
Alam Islami,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
3:07 AM
posted by @Adimin
Puasa Sejati
Written By @Adimin on Tuesday, July 16, 2013 | 3:07 AM
Ibadah puasa sungguh merupakan ibadah yang sangat istimewa karena banyaknya kebaikan dan keutamaan yang terkandung di dalamnya, baik fisik, mental, maupun spiritual. Ibadah puasa menjadi lebih istimewa karena diyakini dapat mengantar pelakunya meraih derajat takwa. (QS al-Baqarah [2]: 183).
Pada kenyataannya, ibadah puasa memperlihatkan tingkatan kualitas yang beragam sejalan dengan tingkat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan pelakunya. Al-Ghazali membagi kualitas puasa itu ke dalam tiga tingkatan, yaitu awam, khusus, dan lebih khusus lagi (khash al-khawash).
Pada kenyataannya, ibadah puasa memperlihatkan tingkatan kualitas yang beragam sejalan dengan tingkat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan pelakunya. Al-Ghazali membagi kualitas puasa itu ke dalam tiga tingkatan, yaitu awam, khusus, dan lebih khusus lagi (khash al-khawash).
Puasa awam adalah tidak makan dan minum serta tidak melakukan hubungan suami-istri dari terbit fajar hingga mata hari terbenam. Puasa awam tak memiliki dampak positif secara moral maupun spiritual. Ia hanya beroleh lapar dan dahaga. (HR Bukhari dan Muslim).
Puasa khusus adalah menahan diri dari dosa-dosa dan maksiat serta dari segala hal yang menjauhkan manusia dari rahmat Allah. Dalam buku Asrar al-shaum,al-Ghazali menetapkan enam rukun yang bersifat moral dan spiritual agar puasa khusus dapat mencapai sasarannya, yaitu sah dan diterima Allah.
Pertama, menyucikan pandangan (shaum al-bashar) dari segala hal yang dilarang oleh Allah. Pandangan itu berbahaya karena ia sering kali menjadi titik awal keburukan. Kata Nabi, pandangan itu merupakan salah satu anak panah Iblis (sahmun min sihami Iblis).
Pertama, menyucikan pandangan (shaum al-bashar) dari segala hal yang dilarang oleh Allah. Pandangan itu berbahaya karena ia sering kali menjadi titik awal keburukan. Kata Nabi, pandangan itu merupakan salah satu anak panah Iblis (sahmun min sihami Iblis).
Kedua, menyucikan lisan (shaum al-lisan) dari dusta, gosip, dan adu domba. “Jangan berkata kotor dan jangan berbuat jahil,” demikian pesan Nabi (HR Bukhari dan Muslim).
Ketiga, menyucikan pendengaran alias tutup telinga (shaum al-sam’) dari perkatan dusta dan kebohongan. Orang yang mendengarkan kebohongan sama buruknya dengan orang yang mengatakannya. Dalam Alquran, pendengar kebohongan disamakan dengan pemakan riba atau suap (QS al-Maidah [5]: 42 dan 63).
Keempat, menyucikan anggota tubuh yang lain (shaum baqiyat al-jawarih), seperti tangan, kaki, dan organ tubuh yang lain serta menyucikan diri dari makan dan minum barang haram.
Kelima, mengurangi makan, jangan terlalu kenyang. Sebab, hal demikian bertentangan dengan salah satu tujuan puasa itu sendiri, yaitu melepaskan diri dari kendali syahwat perut. Keenam, cemas, tetapi tetap penuh harap (optimisme) bahwa ibadah puasa yang dilakukan diterima oleh Allah SWT.
Berbeda dengan puasa awam, puasa khusus memenuhi dimensi batin (esoterik) agama sehingga berpengaruh secara moral dan sosial. Ada makna kesejatian puasa di sini.
Namun, disadari kesejatian puasa itu lebih tampak lagi pada puasa best of the best (khash al-khawash). Di sini, puasa tak hanya bermakna menjauhkan diri dari dosa-dosa, tetapi memusatkan pikiran dan hati untuk hanya mengingat Allah dan menghindarkan diri dari apa pun yang akan memalingkan manusia dari-Nya.
Horizon tertinggi dari puasa yang satu ini, menurut Imam Ghazali, adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya Yang Terkasih (God is the Beloved One).
Pada tingkatan ini, puasa dapat menghantar manusia mencapai esensi Islam, yaitu berserah diri secara total kepada Allah SWT (total surrender to God). Inilah puasa sejati! Wallahu a`lam.
Oleh: A Ilyas Ismail
posted by @Adimin
Labels:
OASE,
TOPIK PILIHAN
5:30 PM
posted by @A.history
Puasa Kunci Kemajuan | Irwan Prayitno Gubernur Sumbar
Written By @Adimin on Monday, July 15, 2013 | 5:30 PM
Apa yang menyebabkan sebuah negara menjelma menjadi sebuah negara maju, makmur dan sejahtera? Negara-negara Eropa, misalnya. Semua serba ada di sana, income per kapita penduduknya terpaut jauh dengan negara lain.
Atau ambilah contoh negara di Asia seperti Jepang, Korea, atau Singapura, misalnya. Apakah karena sumberdaya alam negara mereka melimpah ruah yang membuat mereka sejahtera? Ternyata tidak.
Jepang misalnya, tidak satupun bahan tambang yang mereka miliki. Minyak, aspal, besi, semen dan seterusnya, semua mereka impor dari negara lain. Begitu juga Korea, sebuah negara kecil yang juga tidak memiliki kekayaan alam yang bisa diandalkan. Yang terjadi adalah konflik dan perang saudara berkepanjangan. Singapura apalagi, jangankan bahan tambang dan kekayaan alam, air, pasir dan hampir semua kebutuhan penduduknya didatangkan dari negara lain.
Lalu apa yang membuat mereka sukses dan sejahtera? Berdasarkan pengamatan dan tak terbantahkan, yang membuat mereka berbeda adalah perilaku dan sikap mental mereka. Mereka pekerja keras dan sangat disiplin. Karena sumbedaya alam yang mereka miliki terbatas, maka mereka hemat dan penuh perhitungan. Berbagai inovasi terus digali agar pemanfaatan sumberdaya alam lebih efisien, lebih baik dan lebih baik lagi. Kebersihan dan lingkungan dijaga agar masyarakatnya tidak mudah sakit dan selalu produktif. Sakit dalam kacamata mereka adalah pemborosan yang bisa dicegah sejak dini.
Islam telah lama mengajarkan sikap dan prilaku-prilaku teladan seperti yang dilakukan masyarakat di negara maju tersebut. Puasa misalnya, terutama puasa di bulan Ramadhan, merupakan sebuah isyarat bahwa manusia disuruh berhemat, mengendalikan hawa nafsu dan tidak menghambur-hamburkan sumberdaya alam secara berlebihan. Fakta yang cukup menyedihkan adalah kita “terpaksa” mengimpor gula, terigu, cabe, beras bahkan daging sapi dan berbagai kebutuhan pokok lainnya dari negara lain. Saya tulis “terpaksa” karena impor tersebut kita lakukan sebagai pilihan terburuk sebagai sebuah pemborosan devisa. Padahal sumberdaya alam kita tersedia berlimpah.
Lalu kalau kita lihat kenapa produk-produk Jepang bisa merajai pasaran, terutama elektronik dan kendaraan bermotor? Jawabannya adalah mereka memberikan kejujuran. Kejujuran akan berimplikasi kepada kepercayaan (trust). Kejujuran yang mereka tawarkan di sini adalah produk Jepang adalah yang terbaik, persis seperti apa yang mereka janjikan. Tidak ada kebohongan dan tipu daya di sana. Akibatnya timbullah kepercayaan (trust) terhadap produk-produk Jepang, terutama elektronik dan kendaraan bermotor, di seluruh dunia. Akibatnya Jepang menjelma menjadi negara kaya raya. Apapun bisa mereka beli.
Begitu juga barang-barang yang keluar dari Singapura, meski barang-barang tersebut bukan diproduksi di Singapura, tapi Singapura menambahkannya dengan jaminan trust, baik berupa kualitas, ketersediaan barang, proses penjualan dan pasca penjualannya. Maka orang dari manca negara pun berduyun-duyun berbelanja ke Singapura, termasuk Indonesia.
Padahal Nabi Muhammad SAW telah sejak ribuan tahun lalu mengajarkan dan mengamanahkan kepada umat Islam aspek kejujuran dalam berniaga. Katakan barang tersebut baik jika barang dagangan itu memang baik dan katakan terus terang jika barang tersebut memiliki kelemahan jika memang memiliki kelemahan atau cacat. Dilarang pula mengurangi timbangan.
Puasa selama sebulan penuh melatih dan mengingatkan kembali agar agar umat Islam memiliki nilai-nilai yang dimiliki dan menjadi syarat pokok masyarakat sebuah negara maju tersebut. Bahkan lebih lengkap dari itu. Mereka di negara maju saat ini merasa timpang dan ada yang kurang, meski mereka kaya raya. Kekurangannya adalah mereka lemah dalam praktek ibadah dan hubungan dengan Tuhan. Hubungan secara horizontal baik (hablumminannas), tapi tidak baik dalam hubungan vertikal dengan Tuhan (hablumminallah).
Dalam puasa selama bulan Ramadhan semua nilai-nilai itu lengkap diajarkan dan umat Islam disuruh melatihnya selama sebulan penuh. Tinggal kita mengamalkan dan mengahayatinya secara benar. Jika semua amalan selama bulan puasa itu dilakukan bangsa Indonesia secara benar dan terus diperbaiki dan disempurnakan dari tahun ke tahun, saya yakin bangsa kita akan menjadi bangsa yang maju dan makmur. Malah lebih lebih baik dari bangsa lain, maju dan makmur di dunia, namun juga maju, makmur dan sejahtera di akhirat. Amiin…. ***
Singgalang 15 Juli 2013
posted by @A.history
Labels:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN





